Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-Sonny, seorang pegiat pemilu di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyoroti peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu.
Ia, menilai bahwa Bawaslu seharusnya tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga turut aktif dalam pendidikan politik bagi masyarakat.
"Dibutuhkan kreativitas dalam membangun kesadaran politik masyarakat. Saya melihat bahwa partai politik sendiri belum berfungsi secara maksimal dalam memberikan pendidikan politik. Jadi, perlu ada langkah strategis yang lebih konkret," ujarnya dalam diskusi publik, di Tangsel, Jumat 14 Maret 2025.
Sonny juga mengungkapkan pendidikan politik bukan proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Ia mengingatkan aktivis reformasi 1998 dulu pernah memperkirakan bahwa stabilitas demokrasi baru akan benar-benar terwujud pada tahun 2030.
Namun, fakta politik justru menunjukkan adanya "patahan" demokrasi yang terjadi lebih cepat dari dugaan, khususnya pasca Pemilu 2004.
Menurutnya, tekanan politik terhadap Bawaslu semakin terasa pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menuai kontroversi.
Dirinya, menilai Bawaslu kini lebih sibuk membangun politik dengan tim pemenangan kandidat dibandingkan menjalankan fungsi pengawasannya secara independen.
"Seharusnya Bawaslu bisa lebih netral dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Jika tekanan politik terus terjadi, maka yang dikorbankan adalah integritas pemilu itu sendiri," tegasnya.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGBadan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.
Pelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian.
UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Korban Kecamatan Periuk pada BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi sebuah biji tasbih yang tersangkut di dalam hidung seorang balita laki-laki berusia tiga tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews