Connect With Us

DPRD Tangsel Panggil Dindik dan Kepsek Buntut Siswa Tewas Dibully, Tuntut Pertanggungjawaban Serius

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 18 November 2025 | 16:54

Gedung DPRD Kota Tangsel. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kasus perundungan (bullying) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berbuntut panjang dan memicu reaksi keras dari legislatif.

Diketahui, seorang siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH, 13, meninggal dunia pada Minggu, 16 November 2025 pagi, usai dirawat intensif selama sepekan di RS Fatmawati akibat kekerasan yang dialaminya di lingkungan sekolah.

Komisi II DPRD Kota Tangsel akan memanggil pihak terkait, sebagai tindak lanjut serius terhadap tragedi memilukan ini tersebut.

"Kami dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Anak dan Kepsek SMPN 19 untuk menggali informasi supaya clear," kata Anggota Komisi II DPRD Tangsel Adi Surya, Selasa 18 November 2025.

Adi Surya menambahkan komisi II tidak hanya akan menggelar rapat dengar pendapat, tetapi juga akan langsung mendatangi SMPN 19 pada Rabu 19 November 2025 depan, untuk menanyakan sejauh mana pihak sekolah menindaklanjuti persoalan tersebut.

 

Sanksi Menanti, Peran Sekolah Jadi Kunci

Terkait kemungkinan sanksi bagi Kepsek atau pihak SMPN 19, Adi Surya menyatakan bahwa hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan.

Sanksi akan ditentukan berdasarkan peran serta sekolah dalam menimbulkan atau menyebabkan kasus ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Sanksi itu mengikuti dari apakah ada keikutsertaan dan peran serta sekolah dalam menimbulkan atau menyebabkan kasus ini. Itu nanti menentukan sanksi dari Dinas Pendidikan ataupun dari proses hukum yang akan ditempuh," tegasnya.

Adi Surya juga menyoroti fenomena kekerasan anak di Kota Tangsel yang disebutnya sebagai gunung es, terlihat kecil di permukaan tetapi dampaknya besar di bawah.

"Oleh karena itu kami mendesak Dindik untuk lebih proaktif dalam mengaktifkan Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) di sekolah agar bekerja lebih maksimal,"  tegasnya.

HIBURAN
Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel 

Selasa, 15 September 2026 | 14:46

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill