Connect With Us

Pemkot Tangsel Targetkan Benahi Sampah dalam 100 Hari, Siapkan PLTSa Cipeucang

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 6 Januari 2026 | 16:50

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Serpong Utara, Rabu 5 November 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memulai babak baru dalam penanganan darurat sampah.

Melalui peluncuran Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah, Wali Kota Benyamin Davnie menegaskan era "kumpul-angkut-buang" telah berakhir dan digantikan dengan sistem modern berbasis teknologi.

Benyamin menegaskan bahwa dalam 100 hari ke depan, fokus Pemerintah Kota (Pemkot) akan terbagi ke dalam tiga pilar utama yakni penguatan landasan hukum, optimalisasi teknologi pengolahan di hilir, dan revitalisasi sistem pemilahan di tingkat hulu.

Langkah ini disebutnya sebagai fondasi penting untuk mewujudkan ekonomi sirkular di wilayah Tangsel.

"Persoalan sampah di Tangsel tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola konvensional. Melalui Tim Percepatan ini, dalam 100 hari kerja, kami menargetkan adanya integrasi data dan sistem yang lebih kuat, termasuk percepatan implementasi teknologi ramah lingkungan," ujarnya, Selasa 6 Januari 2026.

 

Fokus Strategis di Sektor Hilir

Dalam dokumen rencana kerja yang diterima, salah satu poin krusial adalah percepatan pembangunan dan penguatan infrastruktur pengolahan sampah di TPA Cipeucang.

Pemkot Tangsel tengah menggodok skema kerja sama untuk teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta optimalisasi penggunaan insinerator yang memenuhi standar baku mutu lingkungan.

Benyamin menjelaskan bahwa stabilisasi lahan di TPA Cipeucang menjadi agenda mendesak untuk mencegah kelebihan beban (overload).

"Kami sedang mengakselerasi proses administrasi dan teknis agar teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) dapat segera beroperasi secara maksimal. Ini bukan hanya soal membersihkan kota, tetapi juga soal efisiensi biaya pengelolaan sampah dalam jangka panjang," tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga menargetkan pemantapan kerja sama pembuangan sampah ke TPA mitra, yakni TPA Lulut Nambo di Jawa Barat.

Koordinasi lintas wilayah ini dipandang sebagai langkah kontingensi untuk memastikan tidak terjadi penumpukan sampah di titik-titik transfer di wilayah permukiman warga selama masa transisi teknologi.

 

Revitalisasi Hulu dan Digitalisasi

Di tingkat hulu, rencana 100 hari ini mencakup pengaktifan kembali dan peningkatan kapasitas 22 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang tersebar di tujuh kecamatan.

Revitalisasi ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi sampah menuju TPA hingga 20–30%.

"Kami ingin memastikan sampah sudah terpilah sejak dari sumbernya. Tim akan turun melakukan evaluasi terhadap efektivitas TPS3R dan memberikan insentif bagi kelompok swadaya masyarakat (KSM) yang berhasil menekan volume sampah yang dikirim ke Cipeucang," tutur Benyamin.

Guna mendukung transparansi dan efisiensi, Benyamin juga mendorong implementasi digitalisasi sistem pengangkutan sampah.

Dengan sistem real-time monitoring, Pemkot dapat memantau pergerakan armada pengangkut dan volume sampah yang dihasilkan tiap wilayah secara akurat.

"Data ini nantinya akan menjadi rujukan dalam menentukan alokasi anggaran dan skema retribusi yang lebih adil bagi masyarakat," tambahnya.

 

Aspek Regulasi dan Investasi

Dari sisi manajerial, Tim Percepatan diinstruksikan untuk segera menyelesaikan draf Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mendukung tata kelola sampah yang lebih modern.

Regulasi ini diharapkan dapat membuka pintu bagi investasi sektor swasta dalam industri pengolahan limbah di Tangerang Selatan.

"Kami melihat potensi investasi yang besar di sektor pengolahan sampah. Melalui kepastian regulasi yang kami siapkan dalam 100 hari ini, kami mengundang para pelaku usaha untuk berkolaborasi, baik melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun model bisnis lainnya," tegas Benyamin.

Menurutnya, keberhasilan rencana 100 hari ini akan diukur melalui parameter yang ketat, mulai dari penurunan volume sampah di TPA, peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pemilahan, hingga ketersediaan infrastruktur teknologi yang siap beroperasi.

"Seratus hari ini adalah fase 'perang' terhadap ego sektoral. Semua dinas terkait harus bekerja dalam satu irama di bawah koordinasi Tim Percepatan. Saya akan melakukan evaluasi setiap dua minggu sekali untuk memastikan setiap poin dalam rencana aksi ini berjalan sesuai jadwal," tutup Benyamin.

HIBURAN
LOTTE Mart Wholesale Serang Buka Kembali, Usung Konsep Belanja Sambil Kulineran

LOTTE Mart Wholesale Serang Buka Kembali, Usung Konsep Belanja Sambil Kulineran

Kamis, 23 Juli 2026 | 13:38

LOTTE Mart Wholesale Serang resmi kembali beroperasi dengan wajah baru yang menawarkan pengalaman berbelanja lebih modern dan nyaman bagi masyarakat.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

WISATA
Stan Batik Umi Aiman Ajarkan Membatik Gratis di Festival Cisadane 2026

Stan Batik Umi Aiman Ajarkan Membatik Gratis di Festival Cisadane 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:55

Di antara deretan stan UMKM yang meramaikan Festival Cisadane 2026, Batik Umi Aiman dari Kecamatan Larangan menjadi salah satu yang paling banyak didatangi pengunjung.

OPINI
Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Puan Maharani Minta Evaluasi Sekolah Sepi Murid: Cermin Ketimpangan Akses dan Mutu Pendidikan

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:26

Bangku-bangku kosong di ruang kelas sekolah negeri kini bukan lagi pemandangan yang hanya ditemukan di daerah terpencil. Fenomena tersebut mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kota-kota yang selama ini dikenal memiliki akses

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill