Connect With Us

Tekan Tumpukan Sampah, Pemkot Tangsel Sebar Tong Komposter di Seluruh Pasar Tradisional

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 20 Januari 2026 | 21:47

Tong komposter di sejumlah pasar tradisional Kota Tangsel. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGRANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menempatkan tong komposter di sejumlah pasar tradisional guna mengurangi penumpukan sampah organik seperti sisa sayur dan buah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo menyampaikan, saat ini beberapa pasar tradisional di Tangsel telah dilengkapi dengan sistem pengolahan sampah menggunakan komposter.

“Hari ini sudah beberapa yang berjalan. Pengolahan dengan tong komposter ini khususnya untuk menangani sampah organik yang berasal dari aktivitas perdagangan sehari-hari,” ujar Bachtiar dalam keterangannya pada Senin 19 Januari 2026.

Bachtiar menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret mengurangi timbunan sampah organik sekaligus mendukung program penanganan sampah berkelanjutan di wilayah perkotaan.

Adapun pasar-pasar yang telah menerapkan pengolahan sampah dengan komposter tersebut antara lain Pasar Cimanggis, Pasar Reni Pamulang, Pasar Gintung, dan Pasar Jengkol.

Keberadaan komposter di pasar-pasar tersebut dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pasalnya, sampah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah basah dari aktivitas pedagang menjadi komponen terbesar di pasar tradisional.

Dengan pengolahan melalui komposter, sampah tersebut dapat diolah langsung di lokasi menjadi bahan yang lebih ramah lingkungan.

“Pasar tradisional merupakan salah satu penyumbang sampah organik terbesar. Dengan adanya komposter, sampah tidak lagi seluruhnya dibuang, tetapi diolah terlebih dahulu sehingga lebih terkendali dan bernilai guna. Jadi tidak hanya membusuk di tempat pembuangan sampah akhir ataupun TPA,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan komposter di pasar juga mendorong peningkatan kesadaran pedagang dan pengelola pasar terhadap pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. 

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik di pasar akan berdampak langsung pada kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan.

Ke depan, Pemkot Tangsel melalui Disperindag terus mendorong optimalisasi pengolahan sampah di pasar-pasar tradisional lainnya, sejalan dengan kebijakan Pemkot dalam memperkuat penanganan sampah dari hulu.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola pasar, dan para pedagang agar upaya ini berjalan berkelanjutan,” tutur Bachtiar.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

SPORT
Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026 dari 12-28 Juni, Catat Tanggalnya!

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026 dari 12-28 Juni, Catat Tanggalnya!

Jumat, 12 Juni 2026 | 04:49

Piala Dunia 2026 akan segera bergulir mulai 12 Juni 2026. Turnamen yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill