Connect With Us

Netizen Kuliti Akun Tiktok Guru Cabul di Serpong Tangsel, Isinya Video Diduga Korban

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:32

Akun TikTok diduga milik Y, guru di Serpong, Tangsel, yang lecehkan belasan muridnya sendiri. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Akun TikTok bernama @Eng***** diserbu warganet setelah dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat seorang oknum guru sekolah dasar di wilayah Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Akun tersebut diduga milik Y, 55, seorang guru yang telah diamankan polisi karena diduga melakukan perbuatan cabul terhadap belasan muridnya sendiri.

Pantauan dari sejumlah unggahan di akun itu, mayoritas kontennya berisi video dan foto anak-anak yang disebut-sebut merupakan murid di sekolah tempat Y mengajar. 

Perhatian publik semakin menguat setelah warganet menemukan sorotan video bertuliskan “my love” yang di dalamnya menampilkan potret anak-anak yang diduga merupakan murid Y.

Temuan ini memicu reaksi keras dari pengguna media sosial yang kemudian membanjiri kolom komentar dengan kecaman dan kekhawatiran.

Warganet menilai konten tersebut janggal dan tidak pantas. Bahkan, profil akun TikTok tersebut menggunakan foto seorang anak laki-laki diduga murid Y. 

Kolom komentar pun dipenuhi reaksi keras, kecaman, hingga rasa khawatir terhadap keselamatan anak-anak dalam video tersebut. 

Salah satu komentar dari akun alicia123, diduga milik murid Y menuliskan, “pa yayat ini akupa raffa akun aku ini.” Komentar itu kemudian dibalas langsung oleh akun @Eng***** dengan kalimat singkat, “iya sayang.”

Balasan tersebut songam memicu kemarahan publik.   

“Dipeluk, di cium udah kayak ama pasangan aja astagfirllah,” tulis akun @Ndoro putri.

“takut bgt, itu anak anak nya gpp kan,” timpal akun @Caca.

“Takutnya semua anak yang dia post itu korban semua," ujar akun @It’s me. 

“rusakkk generasi muda, dan yg jadi korban biasanya bkal ngelakuin itu ke yg lainnn jdi kya pnyakit menjangkitt,” tambah akun @miaw

Kasus ini sendiri berawal dari laporan orang tua murid yang mencurigai adanya perlakuan tidak pantas terhadap anak-anak mereka di lingkungan sekolah. 

Y diketahui merupakan wali kelas di SDN 01 Rawa Buntu, Serpong. Dugaan pelecehan ini terungkap setelah para siswa memberanikan diri bercerita kepada orang tua masing-masing mengenai perlakuan yang mereka alami.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku. 

Ia menyampaikan bahwa laporan resmi diterima polisi pada Senin, 19 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Di hari yang sama, petugas langsung bergerak cepat melakukan penindakan.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan secara berkala, sekitar pukul 19.00 WIB kami sudah amankan pelaku di kediamannya di wilayah Ciputat,” ujar AKP Wira saat memberikan keterangan di Mapolres Tangsel, Selasa, 20 Januari 2026.

Berdasarkan pendataan sementara dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Tangerang Selatan, jumlah korban dalam kasus ini mencapai 13 siswa laki-laki. 

Modus yang diduga dilakukan pelaku adalah dengan memegang bagian tubuh sensitif para korban.

Kepala UPTD PPA Tangsel Tri Purwanto menyebutkan, dugaan tindakan pencabulan ini tidak terjadi dalam waktu singkat. 

“Informasi awal menyebutkan, rentang dugaan pencabulan dilakukan dari Juni 2025 hingga Januari 2026,” kata Tri.

Dari total 13 orang tua yang telah mengadu, sembilan di antaranya sudah resmi melanjutkan laporan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum. 

Sementara itu, pihak terkait terus melakukan pendampingan psikologis terhadap para korban dan keluarganya.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangsel Gandeng Ombudsman Sikat Pratik Siswa Titipan di SPMB 2026

Pemkot Tangsel Gandeng Ombudsman Sikat Pratik Siswa Titipan di SPMB 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:11

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengambil langkah tegas demi memastikan proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan bersih dan adil.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

KAB. TANGERANG
Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Ini Orangnya, Sopir Truk Penabrak Kak Herman Sampai Meninggal

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:01

Petugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill