Connect With Us

Benyamin Target Tuntaskan Bedah 329 Unit Rumah Tidak Layak Huni pada 2026

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:20

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengecek rumah warga yang mendapat bantuan bedah rumah. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan sebanyak 329 unit rumah warga akan dibedah sepanjang 2026. Jumlah tersebut berdasarkan hasil seleksi dari tingkat urgensi di lapangan. 

"Dari lebih seribu usulan yang masuk, tahun ini kita akan tuntaskan 329 unit rumah di seluruh wilayah Tangsel. Prosesnya pun dipercepat, rata-rata pengerjaan hanya memakan waktu satu bulan agar warga bisa segera menempati hunian barunya dengan nyaman," ujarnya, Minggu 10 Mei 2026.

Menurutnya, program perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan instrumen penting dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat secara luas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin menegaskan Pemkot Tangsel berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada warga Tangsel yang tertinggal dalam gerak laju pembangunan kota.

“Bapak Wali Kota menekankan bahwa Pemkot Tangsel tidak pernah menutup mata terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Program bedah rumah ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam upaya pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Tangsel, agar kesenjangan semakin terkikis," ujarnya.

Ia menambahkan, hunian yang layak merupakan fondasi utama bagi kesehatan dan produktivitas keluarga.  Dengan rumah yang sehat, diharapkan indeks kesejahteraan keluarga penerima manfaat dapat meningkat secara signifikan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan standar hidup masyarakat, Pemkot Tangsel secara resmi meningkatkan plafon anggaran perbaikan rumah pada tahun ini guna memastikan kualitas bangunan yang lebih baik.

“Tahun ini, anggaran per unit kita tingkatkan menjadi Rp75 juta dari yang sebelumnya Rp71 juta. Dengan nilai tersebut, rumah yang dibangun nantinya sudah sangat layak karena mencakup dua kamar tidur, ruang tamu, lantai keramik, fasilitas listrik, hingga penyediaan pompa air bersih," jelas TB Asep Nurdin.

Sebagai informasi, proses seleksi pemilihan rumah masyarakat yang mendapatkan program perbaikan dilakukan secara ketat melalui verifikasi lapangan dengan fokus utama penilaian meliputi aspek kesehatan dan legalitas.

Adapun skala prioritas yakni rumah yang sanitasinya buruk dan konstruksinya membahayakan keselamatan penghuni tetapi syarat mutlaknya adalah status kepemilikan tanah harus milik pribadi.

Tercatat saat ini sedikitnya 2.800 unit rumah telah berhasil diperbaiki oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui program RUTLH.

TOKOH
Ian Chavidz ASN Kota Tangerang Terpilih Ketua Alumni IPDN Angkatan 22

Ian Chavidz ASN Kota Tangerang Terpilih Ketua Alumni IPDN Angkatan 22

Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:21

ASN Kota Tangerang Ian Chavidz Rizqiullah resmi terpilih sebagai Ketua alumni IPDN Angkatan 22 Adipati periode 2026-2030. Ia unggul telak dalam pemilihan yang digelar secara daring melalui sistem voting elektronik.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Lulusan Sulit Terserap Kerja, Pemprov Banten Bakal Hapus Jurusan Akutansi dan Manajemen di SMK

Kamis, 7 Mei 2026 | 21:47

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill