Connect With Us

Pantau PKL, Satpol Bentuk Pos Pemantau di Ciputat

| Senin, 13 Februari 2012 | 18:40

TANGERANG-Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan pasar tradisonal Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), rupanya benar-benar membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel geram. Untuk itu petugas membuat pos pemantauan disekitar lokasi.
 
Bagaimana tidak, walau sudah berulangkali ditertibkan bahkan diangkut dan dikenai sanksi, PKL asongan yang berjualan itu, tetap tidak mengindahkan teguran Satpol PP. Bahkan saat dipindahkan ke dalam areal pasar, PKL tetap saja berjualan di pinggir jalan umum, tepatnya di atas trotoar pejalan kaki sekitaran jalan Dewi Sartika, H Usman dan jalan raya Arya Putra.
 
Maraknya PKL asongan di kawasan tersebut, berdampak pada tampilan Kota Tangsel yang buruk. Bahkan jauh hari sebelumnya Satpol PP sudah memberikan imbauan dan melakukan pendekatan agar PKL pindah ke tempat berjualan yang telah disediakan.
 
Kepala Satpol PP Kota Tangsel Sukanta mengatakan, pembuatan pos tersebut dikhususkan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pantauan 24 jam guna memastikan tidak ada lagi PKL asongan berjualan di kawasan tersebut.
 
"Kami sudah menyampaikan sejak jauh hari sebelumnya jangan menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat berjualan. Masih aja ada pedagang yang nekat berjualan di kawasan tersebut, makanya kami tidak akan segan mengambil tindakan sebab sebelumnya sudah diperingati," kata Sukanta.
 
Dalam pos tersebut, setidaknya ada 10 anggota yang berjaga setiap harinya."Tapi tidak terlalu tentatif penjagaannya, bisa saja nanti ada lima atau tujuh anggota yang berjaga," tambahnya.
 
Para pedagang ini pasalnya sudah beberapa kali dilakukan penertiban Satpol PP dan memindahkan PKL asongan tersebut ke tempat lainnya, yang memang diperuntukkan sebagai tempat berdagang. "Kami berharap pedagang mau mengerti dan pindah ke lokasi bejualan yang lebih layak dan sudah disediakan jangan sampai berjualan di kawasan yang jelas-jelas dilarang," tandas Sukanta.(DRA)

TOKOH
Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Rektor UMT Desri Arwen Meninggal Dunia, Pernah Ajar Ngaji Artis hingga Jadi Tokoh Pendidikan Tangerang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:54

Kabar duka datang dari dunia kependidikan Tangerang, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Desri Arwen meninggal dunia pada Jumat, 28 Agustus 2026, di RS Sari Asih Sangiang, pukul 11.14 WIB.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34

Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.

WISATA
7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

7 Kuliner Autentik Tanah Sumatra yang Wajib Dicicipi di Festival Kuliner Serpong 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:36

Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.

KOTA TANGERANG
Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen

Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18

Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill