Connect With Us

Pengembang di Serpong Protes Truk

| Kamis, 22 Maret 2012 | 17:17

Tampak kemacetan di Jalan Raya Serpong. (tangerangnews / dira)

TANGERANG-Pengembang perumahan elit  di sekitar Jalan Raya Serpong memprotes dengan masuknya truk-truk ke area wilayah mereka. Hal itu terjadi, karena adanya Perwal Tangsel No.3/2012 tentang operasional kendaraan  berat yang saat ini tengah dilakukan sosialisasi oleh Dinas Perhubungan Kota Tangsel.  

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel Mursan Sobari membenarkan adanya protes dari salah satu pengembang di Serpong, yakni Alam Sutera karena truk-truk yang dilarang masuk ke Jalan Raya Serpong saat ini masih belum dapat tempat untuk parkir. “Sehingga kami menggunakan dulu sementara area di Alam Sutera, tepatnya dekat kantor Bea dan Cukai Alam Sutera,” terangnya, hari ini.
 
Diakuinya, langkah memarkirkan truk di sana, lebih karena belum ada tempat untuk truk dari arah Kota Tangerang (tol Tangerang-Jakarta) ke arah Serpong. Sedangkan dari arah Bogor kea rah Serpong pihak Dinas Perhubungan sudah mendapat tempat yang disetujui oleh pihak BSD. “Semua sifatnya masih sementara, karena nantinya yang akan menyediakan adalah pihak PT Jasa Marga,” terangnya.

Sementara itu, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tangsel, menyesalkan Perwal Nomor 3/2012 tentang Larangan Melintas Truk di Jalan Raya Serpong. Kebijakan itu dinilai tidak adil. 

"Aturan tersebut justru merugikan pengusaha, karena Jalan Raya Serpong adalah satu satu jalan alternatif yang dilintasi truk.," ucap Yusro Siregar, Ketua Organda Tangsel. 

Seperti diketahui, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, telah menerbitkan kebijakan larangan truk melintas di Jalan Raya Serpong, pada pukul 05.00 - 22.00 WIB. Larangan tersebut berlaku bagi truk ukuran besar, atau yang bermuatan di atas delapan ton, daya angkut 5,5 ton, dan lebar 2,1 meter.

Menurut Yusro, seharusnya Wali Kota Tangsel mencarikan jalan alternatif sebelum kebijakan itu diterapkan. "Mau lewat mana lagi, kalau Jalan Raya Serpong tidak bisa dilintasi truk? Harus dipikirkan dahulu," ucapnya.

Menurut Yusro, Jalan Raya Serpong adalah jalan perlintasan dari segala arah menuju Jakarta dari luar daerah. Truk angkutan berat didominasi truk dengan tujuan Jawa - Sumatera. "Tidak adil jika yang diperbolehkan melintas hanya truk pembawa BBM, BBG, dan sembako," ucapnya. (DRA)

HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

TANGSEL
Pascaledakan Pasar Cimanggis, Pemkot Tangsel Bakal Bongkar Ruko dan Relokasi Pedagang

Pascaledakan Pasar Cimanggis, Pemkot Tangsel Bakal Bongkar Ruko dan Relokasi Pedagang

Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengkaji upaya pembongkaran bangunan ruko dan relokasi pedagang pascainsiden ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill