Connect With Us

Kembali Uji Emisi, Esemka Sepi Publikasi

| Selasa, 29 Mei 2012 | 19:58

Mobil Esemka (Ist / Ist)

TANGERANG—Setelah dua kali gagal, mobil Esemka kembali melakukan uji emisi di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Puspiptek Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Namun berbeda dari uji emisi sebelumnya yang riuh dengan publikasi, uji emisi kali ini sepi dari gegap gempita.

Mobil yang dirancang oleh para pelajar SMK itu tiba di BTMP Puspiptek, Selasa (29/5), sekitar pukul 10.00. Mobil berwarna hitam itu dibawa dengan truk, dan disertai beberapa tim teknis dari Solo. Pemandangan ini jelas berbeda dari uji emisi sebelumnya di mana mobil Esemka disopiri langsung oleh Wakil Walikota Solo FX. Rudyatmo.
 
Salah seorang tim teknis mobil Esemka Budi Martono mengatakan, mobil kebanggan warga Solo ini berangkat pada Senin  (28/5), dan baru sampai pada  Selasa (29/5) pukul 10.00 WIB. Meskipun sudah datang jauh-jauh, ternyata mobil Esemka masih harus menunggu giliran uji emisi. Sebab hingga 15 Juni mendatang, sudah ada 47 unit mobil baru yang antre ikut uji emisi.

Budi berharap uji emisi kali ini bisa lolos. Karena mobil tersebut sudah dua kali ikut, dan selalu gagal. "Mudah-mudahan ujia yang ketiga kali ini, mobil Esemka lolos,” kata Budi.
 
Pasca uji emisi yang kedua lalu, Budi mengaku timnya sudah melakukan berbagai perbaikan. Salah satunya adalah dengan mengurangi bobot mobil dari 1,85 ton menjadi 1,2 ton. Selain itu, perbaikan juga dilakukan mulai dari intake manifold, exhaust manifold, ruang bakar, resetting accu catalisator.

Sekadar diketahui, pada saat uji emisi sebelumnya, kandungan karbon monoksida mobil Esemka sebesar 11,63 gram/kilometer, dan HC+NOx sebesar 2,69 gram/kilometer. Padahl standarnya, kandungan karbon monoksida hanya lima gram/kilometer, dan HC+NOx 0,70 gram/kilometer.(DRA)
         
 

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill