Connect With Us

DPRD : Data Kemiskinan Tangsel Amburadul

| Minggu, 15 Juli 2012 | 21:03

Peta Tangsel (tangerangnews / dira)


TANGERANG
-DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Pemkot Tangsel yang baru mandiri itu untuk memperbaiki data angka kemiskinan. Karena data yang ada sekarang masih amburadul dan menyulitkan penganggaran bagi warga miskin.

"Soal angka kemiskinan di Tangsel ini tidak jelas, karena belum ada data yang baku, yang bisa menjadi referensi," ucap Ruhamaben, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, pekan ini.

Selama ini kata Ruhamaben, DPRD maupun pemkot sendiri mengambil data dari berbagai instansi seperti Dinas Sosial, BPS, dan Jamkesda. "Kami mendesak pemkot untuk segera membenahinya. Biar di Tangsel ini jelas, ada satu data mengenai kemiskinan," ucap kader PKS itu.

Mengenai jumlah orang miskin di Kota Tangsel, kata Ruhamaben, berdasarkan data pemkot hanya berkisar 200.000 orang. "Saya tidak tahu apakah itu valid atau tidak," tandasnya.

Karena pendataan yang tidak jelas itu, maka program di bidang kemiskinan juga menjadi tidak jelas. "Seharusnya pemkot membuat satu program yang jelas, dengan mengacu pada angka kemiskinan yang jelas. Sekarang ini modelnya, kalau ada sesuatu hal baru dibantu. Tidak ada program kemiskinan yang benar," tegasnya.

Ruhamaben mengusulkan sekolah gratis dari tingkat SD hingga SMA, meliputi uang bulanan sekolah. "Untuk mengurangi beban masyarakat rasanya biaya pendidikan harus gratis semua," ucapnya.

Hal itu dibenarkan oleh Sihabuddin, Wakil Ketua DPRD Tangsel yang lain. Kata dia pemkot Tangsel kurang serius dalam mengurusi masalah kemiskinan ini. Padahal dari 1,4 juta penduduk Kota Tangsel, cukup banyak yang masih berada di garis kemiskinan. Namun itu semua tidak terdata dengan baik sehingga tidak jelas.

Menurut Sihabuddin, pemkot Tangsel juga harus membuat parameter kemiskinan. Agar penganggaran program kemiskinan menjadi terukur dan jelas. "Yang disebut miskin harus jelas, karena banyak di wilayah ini, yang punya tanah luas karena warisan, tapi pengangguran sehingga tidak mampu secara ekonomi. Apakah ini disebut miskin?" ucapnya setengah bertanya.

Saat ini pemkot Tangsel lebih fokus pada masalah infrastruktur. Hal ini tercermin melalui angka di APBD 2012 yang mencapai Rp 1,95 triliun, sekitar 33 persen dialokasikan untuk pembangunan/perbaikan infrastruktur itu. Masalah pendidikan/kesehatan mendapat porsi 30 persen, pelayanan pemerintah 29 persen, dan sektor lesejahteraan rakyat hanya 26 persen.

"Pemkot Tangsel jangan terlalu konservatif dalam menyusun APBD. Kami mendorong untuk mencapai Rp 2,3 triliun. Karena itu pemkot harus kerja keras, mengingat potensi yang besar dari kota ini," ucap Edward Hasibuan, Ketua Fraksi Partai Demokrat. (DRA)


TANGSEL
Jembatan Merpati Raya Ciputat Ditutup untuk Perbaikan, Arus Lalin Dialihkan ke 6 Jalur Aternatif

Jembatan Merpati Raya Ciputat Ditutup untuk Perbaikan, Arus Lalin Dialihkan ke 6 Jalur Aternatif

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:24

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan merekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, mulai Oktober hingga Desember 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill