Connect With Us

Pemberian TPP Molor, PNS Tangsel Mulai Resah

| Selasa, 17 Juli 2012 | 21:30

Ilustrasi. (tangerangnews / tangerangnews)

 
TANGERANG- Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tangsel resah sejak tiga bulan terakhir. Lantaran pencairan tunjangan penambahan penghasilan (TPP) molor hingga akhir bulan.
 
TF ,28, salah satu PNS Pemkot Tangsel mengutarakan, kepada wartawan biasanya uang tambahan bagi PNS sudah diterima setiap tanggal lima. Namun, sejak absen menggunakan alat finger print pencairan molor. Bahkan hingga tanggal 20 tak kunjung didapat.

    "Biasanya, TPP awal bulan sudah cair, paling lambat tanggal 5 setiap bulannya. Sekarang hal itu tidak ada kejelasannya, setiap kapan dan tanggal berapanya tak jelas," ungkapnya, Selasa (7/7).

Ternyata nasib yang dialami TF tidak jauh beda dengan PNS lainnya.  Seorang guru SMP Negeri di daerah Paku Jaya juga mengakui hal itu.
 
"Ini sudah semua mengeluhkan persoalan TPP,” ujar seorang pejabat di Pemkot Tangsel  yang enggan namanya ditulis.
 
 
    Padahal, kata dia, uang TPP tersebut sangat dibutuhkannya untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Mulai dari bayar sekolah anak, hingga kreditan rumah dan kendaraan. "Bayar listrik, kreditan rumah semua harus  berjalankan," tambahnya.
   
Seorang pejabat eselon empat lainnya yang juga enggan disebutkan namanya menambahkan, keterlambatan TPP tersebut karena sistem finger print yang diterapkan merepotkan.
 
 Dalam hal ini, validasi data kehadiran sebagai dasar diberikannya TPP bagi setiap PNS rumit. Mulai dari jumlah kehadiran, hingga alasan ketidak hadiran. Setiap tidak hadir, TPP sudah pasti dipotong.
 
"Padahal, untuk kepala dinas itu biasanya ada undangan langsung dari Wali Kota. Sehingga, dari rumah langsung ke kantor  Wali Kota,  tidak  ke kantor dulu. Tapi, tetap saja, dihitung tidak hadir. Karena tidak ada data di finger print," tuturnya.
    Lelaki ini menegaskan, jika memperlambat TPP dengan adanya finger print maka sebaiknya kebijakan itu tidak diterapkan. Karena, menuai masalah juga bagi kinerja pejabat.
 
"Sebenarnya, tidak ada masalah dengan finger  print, untuk kedisiplinan kinerja PNS. Tapi, kalau bisa bersamaan dengan itu, TPP jangan tersendat," terangnya.

Ahmad Firdaus Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel menerangkan, keterlambatan TPP tersebut tidak bisa disamaratakan untuk semua SKPD.
 
Menurutnya, telat pembayaran TPP tersebut disebabkan keterlambatan dari perekapan data absensi yang dilakukan oleh masing-masing SKPD.
 
"Tergantung SKPD menyampaikan data absensi. Kalau cepat, TPP bisa cepat juga pencairannya," kata Firdaus.
 
Untuk beberapa SKPD ada yang sudah bisa mencairkan TPP tersebut pada awal-awal bulan, tanggal 5 setiap bulannya. "Makanya kita imbau untuk merekap absensi itu setiap hari. Agar, perekapan setiap bulannya lebih mudah," jelasnya. (DRA)

OPINI
Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Membenahi Kekuasaan: Dari Naluri Politik Menuju Nalar Ilmu Pengetahuan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:03

Kekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

TANGSEL
Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill