Connect With Us

Lagi, Warga Desa di Tangsel Tolak Status Kelurahan

| Senin, 8 Oktober 2012 | 11:07

Warga menolak status desa menjadi kelurahan. (tangerangnews / dira)

Reporter : Bambang Soesatyo

TANGERANG
-Puluhan warga Kelurahan Desa Setu, Babakan, Kranggan, Kademangan dan Bhakti Jaya melakukan aksi demonstrasi di halaman DPRD kota Tangsel, Senin (8/10/2012). Aksi ini merupakan aksi yang kesekian kalinya, yang dilakukan oleh warga dengan koodinator aksi yang sama, yakni Wahyudin. Sebelumnya, aksi serupa pernah dilakukan beberapa kali termasuk pada Kamis (12/4/2012) lalu.

Isi tuntutan mereka tetap sama, yakni agar Pemkot Tangsel tidak merubah status desa menjadi kelurahan.  Adapun alasannya, perubahan status desa jadi kelurahan syarat akan kepentingan.m
“Buat apa sih diganti dengan kelurahan statusnya. Kan sama saja. Malah bisa jadi,  tidak ada transparan dalam keuangan, tidak ada standar pembuatan KTP berapa hari, kan tidak ada yang beda,” ujar Wahyudin.

Menurut Wahyudin, Pemkot Tangsel sebaiknya membuka Undang-undang. “Mohon maaf, di dalam undang-undangkan tidak ada kewajiban desa, setelkah menjadi kota menjadi kelurahan.  Ini sih  ada kepentingan pribadi,” ujarnya.  

“ Tidak undang-undang yang mengharuskan, bahasanya kan di undang-undang bisa atau dapat. Ketika dapat, aspirasi masyarakat menolak, ya jangan dipaksakan juga,” katanya.
 
 
 
  

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

OPINI
Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Kamis, 2 April 2026 | 20:42

Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill