Connect With Us

Seluruh Jalan Rusak Kota di Tangsel Diperbaiki Tahun Ini

| Kamis, 7 Maret 2013 | 19:28

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel. (tangerangnews / rangga)

TANGERANG-Seluruh jalan rusak dengan status jalan kota, yang mengalami rusak berat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan diperbaiki tahun 2013 ini.  
 
Hal itu sesuai dengan program Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany  yang mentargetkan tahun 2013 merupakan tahun yang dengan skala prioritas memperbaiki infrastruktur.    

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangsel Retno Prawati mengatakan, dari 405,67 kilometer jalan yang menjadi tanggung jawab Kota Tangsel. Saat ini telah diklasifikasikan, ada posisi jalan baik, jalan sedang, dan jalan rusak ringan, serta jalan rusak berat.  

“Dari jumlah itu, yang kita prioritaskan jalan kota yang berstatus rusak berat  dengan panjang sebanyak 31,41 kilometer. Inilah yang diharapkan bisa diselesaikan, sehingga nanti 2014, sudah beralih kepada pembangunan lain,” ujar Retno, Kamis (7/3).

Seluruh perbaikan jalan rusak berat berstatus jalan kota itu diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp70 miliar. Sedangkan penandataanganan kontrak proyek-nya dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada April ini.

 “Rp70 miliar itu perkiraan nilainya. Sebenarnya kita tidak bisa kalkulasikan, karena kan jalan rusak itu kalau tidak diperbaiki akan melebar. Dan itu pun digabung ada yang dibeton dan ada yang diaspal,” terangnya.
 
Tahun 2014, menurut Retno, Pemkot Tangsel diharapkan hanya memperbaiki yang rusak ringan dan pemeliharaan jalan serta pelebaran jalan.  “Seperti yang terjadi di Jalan Ciater. Jalan dari BSD Serpong, Maruga dan Pamulang II itu saat ini pembebasan lahannya sedang dilakukan.Walaupun belum selesai, progressnya sudah mencapai 70 persen,” terangnya.
 
Adapun kendala perbaikan jalan, menurut Retno diharapkan warga setempat mau mendukung perbaikan jalan. Sedangkan untuk pembebasan, kendala yang dialami umumnya karena ada beberapa tanah yang pemiliknya tidak diketahui berada dimana dan kelengkapan suratnya belum terpenuhi. “Kami harapkan masyarakat ikut membantu percepatan perbaikin jalan dan pelebaran jalan,” terangnya.
 
Dimana letak jalan yang dengan kondisi rusak tersebut, Retno mengakui, tersebar di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel. “Masih ada di Buaran, Pondok Cabe III, Pondok Aren dan sebagian Serpong Utara.  Itu tersebar di tujuh kecamatan,” terangnya.
 
Fly Over Gaplek

Retno juga mengatakan, perkembangan terkait sarana dan prasarana infratruktur di Kota Tangsel yang terbaru adalah sudah ada progress besar soal pembangunan flyober di Jalan Gaplek, Pamulang.

Fly over
Gaplek saat ini sudah dalam tahap meminta izin lokasi ke Provinsi Banten, yakni ke ke Gubernur. “Mudah-mudahan saja segera sosialisasinya, dan  langssung pra pembebasan lahan,” ujarnya.  Flyover Gaplek adalah proyek Kementerian PU Binamarga Pusat. Alokasi dalam proyek tersebut diperkirakan sekitar Rp190 miliar, dengan rincian Rp70 pembebasan lahaan sedangkan pembangunan fisik sekitar Rp120 miliar.  (ADV)
 
 
 
 
 
 
BANDARA
Belasan Penerbangan Dialihkan dan Go Around Akibat Cuaca Ekstrem di Bandara Soekarno-Hatta

Belasan Penerbangan Dialihkan dan Go Around Akibat Cuaca Ekstrem di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 6 April 2026 | 20:10

PT Angkasa Pura Indonesia menginformasikan terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi yang disertai potensi windshear di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Senin 6 April 2026 siang.

WISATA
47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

47 Ribu Orang Kunjungi Kawasan Wisata Kota Tangerang saat Libur Lebaran 2026, Wisata Air Paling Favorit

Kamis, 2 April 2026 | 16:47

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang mencatat tingginya angka kunjungan masyarakat ke sejumlah destinasi wisata selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

OPINI
Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Tragedi Logika 'Editing Gratis' di Meja Hijau

Kamis, 2 April 2026 | 20:42

Baru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill