Connect With Us

Bos Buruh Peringatkan Badai PHK Tiga Bulan ke Depan, Ini Dua Penyebabnya

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 April 2026 | 19:41

Ilustrasi Buruh. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal memperingatkan potensi gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK dalam tiga bulan ke depan. 

Menurutnya, ada dua faktor utama yang berpotensi memicu lonjakan PHK, yakni memanasnya konflik di Timur Tengah serta kebijakan impor mobil pikap untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih.

"Di tengah ancaman perang ini, ancaman PHK akan terjadi besar-besaran dalam 3 bulan ke depan. Kami mendapatkan informasi tersebut," ujar Said dalam konferensi pers daring pada Senin 6 April 2026, dikutip dari CNN Indonesia.

Ia menjelaskan, perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah mendorong kenaikan harga energi dunia. 

Dampaknya, biaya operasional industri di dalam negeri ikut tertekan karena harga bahan bakar dan energi untuk sektor produksi menyesuaikan pergerakan pasar global.

Meski pemerintah belum menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi, Said menilai pelaku industri tetap merasakan beban karena kebutuhan energi untuk mesin, turbin, listrik, dan aktivitas produksi lainnya ikut melonjak.

"Oleh karena itu, panjangnya perang ini akan memberikan tekanan pada production cost atau biaya produksi di bahan bakar untuk menggerakkan mesin-mesin, turbin-turbin, listrik dan biaya-biaya energi lainnya bagi pengusaha. Yang berujung pada pembengkakan biaya produksi yang tidak bisa menaikkan harga penjualan daripada produk yang mereka produksi," jelasnya.

Dalam kondisi seperti itu, Said mengaku telah menerima informasi bahwa sejumlah perusahaan mulai memberi sinyal potensi PHK kepada serikat pekerja di tingkat pabrik.

Jika tekanan biaya produksi terus membesar dan harga jual produk tidak bisa ikut dinaikkan, maka pengurangan tenaga kerja merupakan langkah yang diambil pengusaha.

Selain faktor global, Said juga menyoroti rencana impor 160 ribu unit mobil pikap untuk mendukung program Kopdes Merah Putih. 

Kata dia, kebijakan tersebut berisiko menghilangkan peluang kerja yang seharusnya bisa dinikmati tenaga kerja dalam negeri apabila produksi dilakukan di Indonesia.

Ia menilai, jika pengadaan kendaraan itu dimaksimalkan melalui industri nasional, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai puluhan ribu orang.

"Harusnya bisa menyerap 20 ribu hingga 50 ribu tenaga kerja. Peluang itu hilang, malah membesarkan tenaga kerja India, walaupun harganya mungkin lebih rendah," singgung Said.

Said menegaskan, dampak kebijakan impor bisa langsung terasa pada pabrik-pabrik yang kehilangan potensi pesanan. Ketika pesanan menurun, pekerja kontrak menjadi kelompok pertama yang paling rentan terdampak.

"Kalau order berkurang, otomatis karyawan kontraknya di-PHK. Tidak diperpanjang kontraknya. Kalau ada mobil impor dari India tadi dikerjakan di Indonesia, akan memperpanjang kontrak, juga menambah tenaga kerja yang baru," pungkasnya.

TEKNO
Coway Indonesia Debut di IndoBuildTech 2026, Kenalkan Pemurni Air Slim Stand Terbaru

Coway Indonesia Debut di IndoBuildTech 2026, Kenalkan Pemurni Air Slim Stand Terbaru

Selasa, 7 Juli 2026 | 11:09

PT Coway International Indonesia resmi memperkenalkan Slim Stand, produk pemurni air standing terbaru, dalam debutnya di ajang IndoBuildTech (IBT) 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

BISNIS
INFORMA dan INFORMA Electronics Borong Tiga Penghargaan Retail Asia Awards 2026

INFORMA dan INFORMA Electronics Borong Tiga Penghargaan Retail Asia Awards 2026

Rabu, 8 Juli 2026 | 18:01

INFORMA dan INFORMA Electronics kembali menorehkan prestasi di tingkat regional setelah memborong tiga penghargaan dalam ajang Retail Asia Awards 2026 yang digelar di Singapura.

KAB. TANGERANG
Niat Antar Wanita Tak Dikenal, Pria di Tigaraksa Ditusuk Begal, HP dan Motor Raib

Niat Antar Wanita Tak Dikenal, Pria di Tigaraksa Ditusuk Begal, HP dan Motor Raib

Rabu, 8 Juli 2026 | 21:07

Niat baik pria seorang pria berinisial NKA, untuk mengantar wanita tak dikenal berujung petaka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill