TANGERANGNEWS.com-Seorang eks pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang berinisial IL, 21, mengalami gangguan psikologis serius setelah diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh rekan kerjanya, AW.
Kuasa hukum korban, Abdul Hamim Jauzie mengatakan, meski peristiwa tersebut telah terjadi beberapa bulan lalu, hingga saat ini insiden tersebut masih membekas diingatan korban hingga kliennya mengalami depresi.
"Saat ini korban masih depresi walaupun kejadian sudah beberapa bulan, tapi masih depresi. Bahkan korban menutup diri dari teman-temannya," ujarnya, pada Senin 30 Maret 2026.
Hamim menjelaskan, dugaan pemerkosaan yang dialami kliennya tersebut terjadi sebanyak tiga kali di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu Oktober hingga November 2025.
Bahkan, terduga pelaku melakukan pengancaman pada korban saat melakukan aksi tersebut.
"Kejadian pertama dan kedua itu terjadi di KDMP, korban dipaksa. Kejadian ketiga, awalnya pelaku bilangnya mau minta maaf atas kejadian sebelumnya ternyata dibawa ke apartement. Di situ korban melawan tetapi diancam akan dibunuh," ungkapnya.
Hamim menjelaskan, kliennya tersebut mendapatkan tekanan mental hingga akhirnya membuatnya memilih keluar dari tempat kerjanya.
"Saat ini korban sudah keluar dari KDMP tersebut karena tertekan dengan masalah yang dia alami," jelasnya.
Hamim menuturkan, pihaknya berkomitmen membawa kasus ini ke ranah hukum melalui laporan resmi ke polisi serta melayangkan aduan ke Kementerian Koperasi.
"Kemarin itu kan bentuk laporan pengaduan ke polisi. Nanti akan kita laporkan secara resmi kasus tersebut agar korban segera divisum," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana mengajukan permohonan pada Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK) untuk memastikan korban mendapat pendampingan serta pemulihan psikologis.
"Ke LPSK itu agar korban bisa mendapat pendampingan, korban juga mendapatkan konseling psikologi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua KDMP Pasanggrahan Abdul Nasir mengaku tidak mengetahui secara lengkap kronologi dugaan kasus kekerasan seksual tersebut.
"Intinya saya tidak tahu, bukannya saya membela pihak mana pun. Sebelum berita ini muncul, saya tidak tahu peristiwa itu terjadi di lokasi kerja saya," ucapnya.