Connect With Us

Saipul Jamil: Saya Bukan Artis Murahan!

| Jumat, 14 Agustus 2009 | 11:23

TANGERANGNEWS- Elissa, seorang penyanyi baru terkejut dan kecewa saat memberikan uang ratusan juta rupiah kepada Saipul Jamil. Janji menjadi terkenal hanya tinggal mimpi. Ipul pun beralasan kalau dia bukan artis murahan sehingga dana promosi yang dibutuhkan pun tak sedikit. "Jangan maunya aja dong ngedompleng gratisan. Kalau pakai Saipul Jamil itu nggak murahan lho, pasti hasilnya tokcer. Karena saya memang bukan artis murahan," jelas Ipul saat dihubungi, Kamis (13/8) malam. Ipul merasa tidak pernah melakukan pemerasan kepada Elissa. Semua perjanjian dan uang yang dibutuhkan sudah disepakati kedua belah pihak. "Jangan fitnah gitu dong, itu kan namanya pencemaran nama baik," imbuhnya santai. Ipul juga membantah dirinya merancang sebuah skenario gosip nikah siri agar bisa ditayangkan di infotainment. "Bukan aku yah yang minta, dia yang minta settingan. Masa artis sekaliber aku mau didompleng sama pendatang baru. Harusnya dia ngaca dong," cetusnya. Elissa mengancam Ipul akan melaporkan ke polisi jika mantan suami Dewi Persik itu tidak mengembalikan uang ratusan juta rupiah. Ipul mengaku tak gentar dengan ancaman tersebut.(dtk)
TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

KOTA TANGERANG
Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:22

Polres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill