Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-DPRD Provinsi Banten bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang mendorong adanya penataan dan optimalisasi Situ Pondok yang ada di desa tersebut.
Anggota DPRD Provinsi Banten Ade Awaludin menjelaskan, dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di wilayah Pasar Kemis dan Sindang Jaya, maka kebutuhan masyarakat dari sisi konsumsi dan hiburan atau wisata juga meningkat.
Bagaimanapun berwisata adalah terapi healing setiap orang, di mana hal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar terhindar dari stress.
"Apalagi kegiatan wisata juga sangat berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat setempat," katanya saat sosialisasi wisata Desa Sukaharja di Pondok Saung Gading Bumi Indah, Pasar Kemis, pada Rabu 5 April 2023.
Melihat akan kebutuhan tersebut, Fokdarwis sebagai media yang efektif dalam mempromosikan kegiatan-kegiatan usaha atau UMKM, mengusulkan adanya penataan dan optimalisasi Situ Pondok.
Sebagaimana diketahui, Desa Sukaharja selain berbatasan langsung dengan Kecamatan Pasar, juga menjadi pintu gerbang Perumahan Besar Suvarna Padi dan Lavon City.
"Tentu selain manfaat pariwisata yang di dapatkan, dengan penataan yang baik upaya revitalisasi dan optimalisasi situ tersebut juga akan berpotensi menjadi sektor pendapatan daerah yaitu Pajak Air Permukaan (PAP) kepada Provinsi Banten," ujar Ade.
Karena itu, ia bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Hamdi memiliki semangat dan niat yang sama, bagaimana pariwisata di Banten bisa tumbuh dan berdampak pada ekonomi masyarakat dan daerah.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGMenandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews