Connect With Us

5 Alasan Orang Tua Berebut Kursi Paling Depan untuk Anaknya di Hari Pertama Masuk Sekolah

Fahrul Dwi Putra | Senin, 14 Juli 2025 | 10:51

Siswa menangis rebutan bangku di hari pertama sekolah. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS.com– Pemandangan orang tua yang datang lebih awal ke sekolah demi mendapatkan kursi paling depan untuk anaknya bukanlah hal asing saat hari pertama masuk sekolah. 

Bahkan, tak jarang para orang tua rela antre sejak pagi buta, membawa bekal, hingga menunggu berjam-jam agar sang anak bisa duduk di barisan terdepan kelas.

Fenomena ini terjadi hampir di setiap awal tahun ajaran baru, terutama di tingkat sekolah dasar. 

Berikut lima alasan mengapa orang tua kerap berebut kursi paling depan saat hari pertama masuk sekolah.

1. Ingin Anak Lebih Fokus Belajar

Kursi di barisan paling depan sering dianggap sebagai posisi strategis agar anak tidak mudah terdistraksi oleh teman-temannya. Orang tua meyakini posisi ini membantu anak lebih fokus memperhatikan guru saat mengajar.

2. Takut Anak Ketinggalan Pelajaran

Beberapa orang tua mengaku khawatir anaknya tidak bisa mengikuti pelajaran jika duduk terlalu belakang. Terutama untuk siswa kelas satu yang baru pertama kali masuk lingkungan sekolah formal, posisi duduk dianggap berpengaruh besar terhadap proses adaptasi mereka.

3. Menghindari Anak Mengobrol atau Bermain Saat Belajar

Kekhawatiran akan perilaku anak saat di kelas juga menjadi alasan. Duduk di depan dinilai mampu “mengawasi” anak lebih dekat dengan guru, sehingga kecil kemungkinan mereka bercanda atau mengobrol saat pelajaran berlangsung.

4. Ikut-ikutan Orang Tua Lain

Ada juga sebagian orang tua yang mengaku ikut berebut kursi depan karena melihat orang tua lain melakukannya. Ini menjadi semacam tradisi tak tertulis setiap tahun ajaran baru dimulai.

5. Bentuk Cinta dan Perhatian pada Anak

Tindakan berebut kursi terbaik juga dinilai menjadi wujud perhatian dan kasih sayang orang tua. Sebab, orang tua ingin memberikan yang terbaik di hari pertama, termasuk tempat duduk yang dianggap paling nyaman dan ideal untuk belajar.

Oleh karena itu, di beberapa sekolah saat ini juga mulai menerapkan sistem rotasi tempat duduk atau penempatan acak agar tidak ada ketimpangan antar siswa. 

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill