Cuaca Ekstrem Mengancam, Pemkot Tangerang Kebut Bedah 100 Rumah Tidak Layak Huni
Selasa, 7 April 2026 | 21:18
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mempercepat realisasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah.
TANGERANG-Puluhan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), Tangerang pada Selasa (1/9) terganggu akibat kabut asap yang muncul karena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimatan.
Adapun jadwal penerbangan yang terganggu diantaranya adalah rute tujuan Palembang, Pekanbaru, Jambi dan Pontianak. Wilayah-wilayah tersebut jadwal penerbangannya mengalami keterlambatan atau delay mulai dari 30 menit hingga tiga jam.
“Jarak pandang yang dibutuhkan dibawah standar minimal, ini jelas membahayakan. Hari ini saja ada 17 penerbangan yang delay hingga tiga jam, sejak kemarin ya sudah puluhan,” terang Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Zulfahmi, Selasa (1/9).
Berdasarkan data airport duty manager,PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno-Hatta maskapai yang mengalami keterlambatan antara lain Garuda Indonesia, Lion Air, Citylink dan Sriwijaya Air.
“Jarak pandang ideal buat pilot dibutuhkan minimal 1.500 meter jntuk pesawat yang akan melakukan pendaratan dan take off,” tuturnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mempercepat realisasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah.
TODAY TAGAkhir pekan ini warga Tangerang dan sekitarnya tidak perlu bingung mencari tempat hiburan.
Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang pada Senin, 6 April 2026, memicu kerusakan infrastruktur di Terminal 3.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews