KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNews.com-Seorang penumpang pria warga negara Cina menolak diperiksa pada saat melintasi pintu pemeriksan Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Akibatnya petugas bea cukai melakukan tindakan secara paksa terhadap penumpang yang dicurigai membawa barang terlarang. Dari hasil pemeriksaan orang dan barang bawaannya, diketahui dia hanya membawa rokok melebihi batas ketentuan.
Dia tiba bersama rombongan untuk bekerja di Kendari, Sulawesi Tenggara. Saat itu, empat orang petugas Bea Cukai yang berada di pintu kedatangan luar negeri langsung mengamankan pelaku yang awalnya dicurigai membawa barang terlarang.
“Karena kita curigai gerak geriknya, lalu kita lakukan pemeriksaan. Tapi dia menolak, akhirnya kami periksa secara intensif. Namun, rupanya dia takut karena membawa rokok berlebihan kapasitas,” ujar Erwin Situmorang, Kepala Bea Cukai, Bandara Soekarno-Hatta.
Erwin menjelaskan, diluar itu yang mendasari penumpang menolak di periksa karna ada rasa ketakutan yang berlebihan. Pihaknya, akhirnya melepaskan WN asal Cina itu setelah diperiksa. “Dia ketakutan diperiksa, ketakutannya berlebihan,” ujarnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
PLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews