Connect With Us

4 Korban Pesawat Express Sudah Kembali ke Papua

Dena Perdana | Rabu, 25 Januari 2017 | 08:00

Ilustrasi Pesawat Express Air (@tangerangnews 2017 / Raden Bagoes Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Pihak maskapai Express Air mengklaim saat akan terbang pesawat  XN 812 yang terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta setelah sempat 15 menit terbang menuju Sorong, Papua, pada Minggu (22/1/2017) dini hari lalu itu dalam kondisi baik.

 

Direktur Operasional ExpressAir Captain Bambang Hermanto mengatakan, sumber udara yang dipergunakan untuk cabin pressurization system bermasalah. “Hal itu menyebabkan kecepatan naiknya udara di dalam pesawat itu tidak normal," terang  Bambang, Rabu (25/1/2017).

 

Bambang mengaku, kondisi keseluruhan pesawat rute Jakarta-Sorong itu telah dicek sebelum diizinkan terbang.

 

Sebelum take off, kata dia, dari hasil pengecekan dinyatakan pesawat dalam kondisi baik dan siap untuk dioperasikan.

 

“Namun, ketika pesawat lepas landas mendekati ketinggian 18.000 kaki, baru ketahuan sistem tekanan udara di kabin tidak normal,” tuturnya.

 

Namun, begitu berada diatas ketinggian itu. Tekanan udara di dalam kabin tidak cepat atau tidak sesuai dengan ketinggian terbang pesawat. Dampaknya terasa sakit di telinga.

 

Bambang menuturkan, pihaknya menduga saluran yang meneruskan suplai udara terhambat. Sumber udara di kabin berasal dari putaran mesin yang diteruskan untuk masuk ke dalam kabin.

 

Meski begitu, masalah suplai udara pesawat tersebut sudah ditangani. Pesawat yang sempat bermasalah itu telah dioperasikan kembali menerbangkan penumpang ke Sorong pada Senin (23/1/2017) malam.

 

“Empat dari delapan penumpang yang dirawat di Rumah Sakit THT Proklamasi di BSD sejak hari Minggu lalu sudah dipulangkan. Sedangkan penanganan ganti rugi penumpang lain, termasuk urusan refund hingga dialihkan ke penerbangan lain, sudah selesai,” ujarnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

HIBURAN
Swiss-BelHotel Airport Jakarta Rayakan 11 Tahun, Usung Semangat Tumbuh Bersama

Swiss-BelHotel Airport Jakarta Rayakan 11 Tahun, Usung Semangat Tumbuh Bersama

Kamis, 10 September 2026 | 17:43

Swiss-BelHotel Airport Jakarta memasuki usia ke-11 tahun. Momen tersebut dirayakan dengan mengangkat tema “Growing Stronger, Success Together” sebagai refleksi perjalanan hotel sekaligus semangat menyambut perkembangan di tahun-tahun berikutnya.

KAB. TANGERANG
Polresta Tangerang Sebar 129 Personel Perketat Pengamanan Lokasi Nobar Persib Vs Persija

Polresta Tangerang Sebar 129 Personel Perketat Pengamanan Lokasi Nobar Persib Vs Persija

Sabtu, 12 September 2026 | 14:51

Jelang laga BRI Liga 1 yang mempertemukan klub sepakbola Persib vs Persija, aparat Polresta Tangerang mengerahkan sebanyak 129 personel guna mengantisipasi bentrokan antar supporter kedua tim tersebut.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill