Connect With Us

Hadapi MEA, Chef Harus Kembangkan Masakan Nusantara

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 24 Januari 2017 | 19:00

Hadapi MEA, Chef Harus Kembangkan Masakan Nusantara (@tangerangnews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNews.com-Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pada chef di Indonesia dituntut untuk mengembangkan masakan nusantara, selain mengukuhkan kemampuan dengan sertifikasi kompetensi. Sehingga mereka bisa bersaing di pasar global. 

Hal itu dikatakan Presiden Indonesian Chef Association (ICA) Chef Henry A Bloem saat press confrence terkait Musyawarah Nasional (Munas) ke III di Hotel Allium, Selasa (24/1/2017). 

“Visi misi kita dalam Musda ini memang selain mengangkat harkat martabat chef di Indonesia juga melestarikan khasanah budaya kuliner nusantara. Kita mendorong agar para chef bisa kreatif mempromosikan masakan lokal. Jangan cuma rendang dan ayam betutu saja yang terkenal, makanan di Indonesia kan banyak sekali,” katanya.

Menurut Hendry, dengan berkembangnya masakan nusantara, tentu dapat meningkatkan kunjungan pariwisata, terutama dari luar negeri. “Kalau industri kuliner maju, pasti chef indonesia bisa bersaing dengan chef luar,” jelasnya.

Selain mendorong kuliner nusantara, kata Hendry, ICA juga mendorong agar para chef mengikuti sertifikasi kompetensi, sehingga kemampuannya diakui. Pasalnya, saat ini, banyak restoran yang mendatangkan pegawai dari luar negeri.

“Tidak cuma chef, bahkan tukang cuci piringnya saja bisa dari luar. Nah untuk mencegah banyaknya orang Asean ke Indoesia , maka sertifikasi kompetensi penting sekali,” tukasnya.

Saat ini, jumlah chef yang menjadi anggota ICA ada sebanyak 2600 orang. Sekitar 50 persennya sudah tersertifikasi. Sementara jumlah asesor sertifikasi ICA ada sebanyak 100 orang baik di Indonesia maupun di Asean.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Indonesia Vita Datau mengatakan bahwa kuliner bisa menjadi pesona yang luar biasa untuk meningkatkan pariwisata. Berdasarkan data, sebanyak 30 persen pengeluaran wisatawan dihabiskan untuk makan.

 

“Di Madrid saja, punya destinasi khusus untuk menikmati makanan. Wisawatan kalau ke sana bisa spanding sebanyak 45 persen. Nah kalau kuliner kita tidak di dorong, kita kaan tertinggal jauh,” tukasnya.

Karena itu, kata Vita, Kementerian Pariwisata terus bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Pemda, UMKM, berbagai organisasi termasuk ICA dalam meningkatkan pariwisata Indonesia.

Ketua Panitia Munas ICA 2017 Chef Lucky Permana mengemukakan, Munas ke III ini dilaksanakan tanggal 24-26 Januari 2017. Munas tersebut akan membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, merancang kegiatan organisasi, dan juga yang paling utama adalah pemilihan Presiden Indoneia Chef Association untuk periode 5 tahun kedepan. Dari 3.000 lebih anggota ICA, lebih dari 250 anggota akan menghadiri Munas.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

NASIONAL
Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan

Mahasiswa Gelar Demo di Tiga Titik Hari Ini, Polisi Turunkan Ribuan Personel Pengamanan

Senin, 4 Mei 2026 | 11:52

Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.

PROPERTI
Kuliner dan Lifestyle Dominasi Bisnis di Gading Serpong 

Kuliner dan Lifestyle Dominasi Bisnis di Gading Serpong 

Senin, 4 Mei 2026 | 07:13

Perkembangan kawasan komersial di Paramount Gading Serpong kini semakin menunjukkan satu pola yang jelas. Bisnis food & beverage (F&B) dan lifestyle menjadi pemain utama yang mendominasi dan menghidupkan kawasan tersebut.

SPORT
Bintang Persita Asal Korsel Bakal dinaturalisasi, PSSI Masih Tunggu Proses di DPR

Bintang Persita Asal Korsel Bakal dinaturalisasi, PSSI Masih Tunggu Proses di DPR

Senin, 27 April 2026 | 07:52

Gelandang Persita Tangerang asal Korea Selatan (Korsel) Bae Sin-yeong berpeluang akan segera membela Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill