Tari Sufi digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (@tangerangnews2017 / Rangga A Zuliansyah)
TANGERANGNEWS.com-Momentum Ramadan dimaksimalkan Kantor Cabang Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Soekarno-Hatta untuk secara terus menerus menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa.
Kali ini giliran Tarian Sufi dipamerkan di pelataran Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (9/6/2016).Tarian yang disebut merupakan bagian dari meditasi itu digelar untuk menambah khazanah tradisi atau budaya yang melekat pada Islam.
Dengan dihibur berbagai musik religi, kelompok Tarian Sufi tersebut tampil apik menghibur pengunjung atau pengguna jasa dengan pesan yang dapat tersampaikan agar selalu meningkatkan iman, ilmu dan amal. Kegiatan yang bermanfaat tersebut terlihat kompak,saat mereka lantunkan syair, dzikir, yang ditambah dengan harmonisasi latar suara tabuhan gendang rebana.
Topi memanjang atau biasa disebut sikke dan baju melebar dibagian bawah seperti rok, menjadi corak khas kostum mereka. PT Angkasa Pura II menangkap, perkembangan digital tak membuat eksistensi tradisi seperti Tarian Sufi menjadi surut. Justru dengan adanya teknologi yang berkembang, saat ini, bisa memberikan penyegaran kepada setiap generasi terkait tradisi dan budaya Tarian Sufi yang biasa digelar saat bulan Puasa.
“Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kami selalu memaksimalkan momentum Ramadhan sebagai ajang untuk melayani para pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta ini,” ujar Junior Manager Branch Communication, Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Taraas Arshayoena.
Dan, ini merupakan salah satu bagian dari program customer happiness yang dicanangkan PT Angkasa Pura II. “Ini bertujuan untuk mewujudkan customer happiness sehingga para penumpang dapat terhibur ketika menunggu atau biasa disebut ngabuburit sebelum berbuka puasa atau sebelum keberangkatan pesawat,” tuturnya.
Pertunjukan tradisi di Terminal 3 ini juga merupakan wujud dari komitmen PT Angkasa Pura II untuk ikut mempromosikan pariwisata Indonesia guna meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Pemerintah Indonesia baru saja menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama di tahun 2026, yakni SBN seri ORI029 yang sudah bisa dibeli di aplikasi investasi Bibit.id, pada 26 Januari - 19 Februari 2026.
Seorang pria berinisial PKN, 55 tahun, warga Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di pohon mangga dekat rumahnya, pada Sabtu 31 Januari 2026.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""