Connect With Us

Asing Berebut Ingin kerja sama dengan Angkasa Pura II

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 13 November 2017 | 15:00

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (@TangerangNews 2017 / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Komisaris Utama Angkasa Pura II, Rhenald Kasali menyatakan berita soal Bandara Internasional Soekarno Hatta akan dijual salah Hoax.

“Untuk mengklarifikasi berita penjualan saat ini adalah yang benar, asing saat ini tengah berebut untuk minta kerja sama dengan Angkasa Pura II, karena kondisi keuangan kami sangat bagus. Pertumbuhan penumpang bagus ini yang sebenarnya terjadi bukan penjualan,” kata Rhenald saat dihubungi oleh wartawan, Minggu (12/11/2017).

Rhenald menyayangkan munculnya isu penjualan ini, karena menurutnya saat ini pihaknya tidak sedang butuh uang. Bagaimanapun sejak jadinya bandara Terminal III Angkasa Pura II, kata Rhenald semakin seksi di mata investor.

Banyak investor yang datang ke Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu, setelah melihat data. “Apalagi di Soekarno-Hatta kami akan invest lebih dari 32 triliun rupiah saat ini, jadi dalam tempo 3 tahun ke depan kami bisa lebih dari itu. Ada runway ketiga, east cross taxiway, apron baru, kereta menghubungkan area komersil, terminal kargo itu besar sekali, teknologinya pun kita perbaiki di Soetta,” ujarnya.

Ditegaskan Rhenald rencana ini adalah bukan rencana penjualan tapi kerjasama dalam bentuk join operation. Angkasa Pura II mencari partner yang bisa memberikan cash di depan, kemudian bisa membawa tenaga ahli yang artinya membawa software sehingga bisa meningkatkan pelayanan teknologi. “Jadi kami lihat bandaranya, bandara mana yang bisa diajak join operation. Dan di dunia ini sangat biasa kerja sama areal komersial, kerja sama untuk perluasan. Kami tidak minta kepada APBN untuk perluasan terminal, kami hanya akan kerja sama,” ungkapnya.

Dijelaskan juga bentuk kerja samanya seperti apa, Rhenald mengatakan, kalau selama ini didapatkan hanya Rp1 triliun, tapi jika ada join operation Angkasa Pura II mendapatkan Rp2 triliun dengan sistem investor meminta 20 persen atau 30 persen.

“Jadi kuenya kan lebih besar bukan Rp1 triliun lagi, bisa jadi Rp1,5 atau Rp1,6 triliun. Dan kita syaratkan dalam kerjasama ini 51% adalah milik kita. Minimal kita 51% jadi kita yang mengatur,”ujarnya.(DBI/HRU)

KAB. TANGERANG
Gagal Gasak Motor di Cikupa, Pelaku Curanmor Todongkan Senpi saat Hendak Dikejar Warga

Gagal Gasak Motor di Cikupa, Pelaku Curanmor Todongkan Senpi saat Hendak Dikejar Warga

Sabtu, 7 Februari 2026 | 21:18

Sebuah video rekaman CCTV memperlihatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang menodongkan senjata api (senpi) saat aksinya dipergoki warga di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 6 Februari 2026.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill