Connect With Us

Pesawat Baru Thai Lion Air Tawarkan Kenyamanan Bagi Traveler

Rangga Agung Zuliansyah | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 17:41

Maskapai Thai Lion Air. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Thai Lion Air (Lion Air Group) telah mendatangkan Airbus 330neo yang diperkenalkan sebagai pesawat baru dengan teknologi terkini dari Airbus. Armada ini menjadi pesawat pertama dan melengkapi berbagai tipe armada yang ada.

Saat ini, Thai Lion Air mengoperasikan total 34 pesawat, terdiri dari Boeing 737-900ER (215 kursi), Boeing 737-800NG (189 kursi), Airbus 330-300 (392 kursi).

Armada tersebut dirancang mampu memberikan keandalan dan memaksimalkan efisiensi bagi pelanggan (maskapai dan penumpang/travelers).

Selain itu, Airbus 330neo didesain dapat dioperasikan pada penerbangan jarak pendek, menengah dan jauh.

Thai Lion Air mengharapkan dengan Airbus 330neo dapat menawarkan pengalaman baru kepada para penumpang terbang semakin nyaman.

Maskapai Thai Lion Air.

“Momen ini adalah terbaik bagi Thai Lion Air guna menambahkan Airbus 330neo ke dalam jajaran kekuatan armada," jelasnya, Chairman of the Board Thai Lion Air Capt. Darsito Hendro Seputro, Sabtu (26/10/2019).

Capt. Darsito menjelaskan, kinerja Airbus 330neo dilengkapi teknologi modern dan menggunakan perangkat canggih. Armada ini mempunyai tata letak kursi lorong ganda (double aisle) hingga 436 kursi kelas ekonomi.

Maskapai Thai Lion Air.

"Pesawat dilengkapi fitur utama dari kabin airspace, yang menyediakan travelers bisa menikmati suasana penerbangan santai, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan banyak barang bawaan, serta menghadirkan kenyamanan kabin paling senyap di kelasnya," tambahnya.

Dengan pesawat baru ini maskapai sendiri juga mendapatkan keuntungan 25% lebih efisien dalam rasio penggunaan bahan bakar perkursi dan menurunkan biaya operasi yang memanfaatkan teknologi generasi baru A350 XWB seperti lekukan ujung sayap (sharklets) rentang hingga 64 meter, penyempurnaan aerodinamis, mesin generasi terbaru, common type rating (lisensi pilot yang sama) dan sistem baru teknologi kokpit WI-FI Tablet EFB layar head-up ganda dalam pencegahan runway overrun.

Airbus ini didukung mesin Trent 7000 Engine generasi terbaru Rolls-Royce dan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar sebesar 25% per kursi. 

Mesin Airbus A330neo juga memiliki teknologi mesin bisu yang meminimalkan suara pesawat yang membuat kabin lebih tenang.

“Mendatangkan Airbus 330neo merupakan salah satu strategi Thai Lion Air guna mendukung pertumbuhan bisnis. Hal itu menjadikan sebagai bagian kunci bisnis kami," katanya.

Pengoperasian pesawat untuk meningkatkan kapasitas penerbangan serta dukungan rencana pengembangan di waktu mendatang, seperti memperluas rute, meningkatkan frekuensi terbang dan menambah penerbangan jarak jauh.

"Pada fase pertama, Airbus A330neo akan mulai melayani rute populer, misalnya dari Thailand ke Indonesia (Jakarta, Bali), Jepang (Tokyo-Narita, Fukuoka, Nagoya dan Osaka), Taiwan dan Cina. Thai Lion Air memproyeksikan jumlah penumpang per perjalanan akan mencapai 80% dari total kursi,” tegas Capt. Darsito.

Pada kesempatan ini, Thai Lion Air ingin mengajak lebih banyak wisatawan agar mudah menjelajahi semua kota tujuan khususnya di Thailand, sehingga wisatawan semakin leluasa menikmati Bangkok atau kota lainnya dengan beragam aktivitas, antara lain belanja, makan atau mengunjungi objek wisata favorit.

Tidak hanya di Thailand, penumpang setia Thai Lion Air bisa terhubung ke berbagai tujuan lainnya, seperti Jepang, Taipei, Dhaka, Mumbai, Kathmandu, Kolombo dan Tiongkok. Fasilitas penerbangan lanjutan tersedia Lion Connect via Bangkok, Bandar Udara International Don Mueang.

“Kami sangat bersemangat membawa pelancong untuk terbang nyaman, sehingga akan menambah pengalaman berwisata serta memanjakan diri atau melepas penat di keunikan dan keramahan Thailand. Thai Lion Air juga ingin menggugah minat traveling dari seluruh negara termasuk Indonesia dengan pilihan jadwal keberangkatan tepat bersama Thai Lion Air," papar Capt. Darsito.

Wisatawan atau pebisnis dari Indonesia dapat memilih dan menggunakan penerbangan Thai Lion Air karena menyediakan tiga frekuensi, terdiri dua harian dan empat kali per minggu (Senin, Rabu, Jumat, Minggu) terbang dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) serta berjadwal harian dari Bandar Udara Internasonal I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) ke Bangkok-Don Mueang.

Thai Lion Air juga menyediakan fasilitas Lion Seat Selection, dimana penumpang dapat memilih kursi bertarif mulai dari THB 60.

Bagi penumpang yang tidak memilih kursi Lion, sistem akan otomatis menentukan secara acak. Untuk kebutuhan lainnya, penumpang bisa memesan pre-book meal dan pre-paid bagasi.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

NASIONAL
Penerima MBG Bakal Dipersempit, Siswa SMA Mampu Tak Lagi Dapat Jatah

Penerima MBG Bakal Dipersempit, Siswa SMA Mampu Tak Lagi Dapat Jatah

Selasa, 16 Juni 2026 | 07:22

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan penyesuaian atau refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Salah satu yang akan dikaji adalah penerima manfaat agar program tersebut lebih tepat sasaran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill