Connect With Us

Larangan Mudik Diberlakukan, Sejumlah Maskapai Tak Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 6 Mei 2021 | 21:59

Suasana Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Kebijakan peniadaan mudik Lebaran selama 6-17 Mei 2021 telah diberlakukan pemerintah. 

Dalam hari pertama peniadaan mudik, sejumlah maskapai yang memiliki penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun tidak beroperasi. 

Adapun maskapai yang tidak mengangkut penumpang domestik dari dan ke Bandara Soetta pada Kamis (6/5/2021) seperti Sriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, Citilink, Indonesia Air Asia, Wings Air. 

"Kalau Citilink hari ini no operation, Lion Air juga paling yang kargo. Airlines yang melayani penumpang hari ini cuma Garuda Indonesia dan Batik Air. Penerbangan JT, SJ, QG yang regular no operation, mereka masih melayani beberapa penerbangan charter," ujar Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno Hatta, M Holik Muardi. 

Terminal 2 hanya melayani 3 penerbangan saja diantaranya, dua penerbangan Batik Air dan 1 penerbangan charter Airfast Indonesia. 

"Di Terminal 2 cuma Batik Air saja, itupun hanya ada 2 flight saja. Tadi pagi ada Airfast, tapi kan mereka bukan regular," katanya. 

Adapun fekuensi penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Bandara Soetta juga dikurangi menjadi kurang lebih 49 penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan. 

Padahal sebelum masa peniadaan mudik diberlakukan, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dari dan ke Bandara Soetta mencapai 150 flight per hari. 

Sementara pergerakan penumpang (pax) di hari pertama masa peniadaan mudik ini diprediksi mencapai 6.000 orang baik yang datang maupun berangkat. 

"Kalau penerbangan Internasional masih sekitar 16 flight dengan jumlah penumpang kurang lebih 1.500 pax," pungkasnya. (RED/RAC)

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill