Connect With Us

Sarinah Store Dibuka di Terminal 3 Soekarno-Hatta Jelang Lebaran, Jadi Destinasi Belanja Pemudik

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 11 Maret 2025 | 22:37

Beragam produk UMKM lokal dihadirkan di Sarinah Store Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 11 Maret 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sarinah Store secara resmi dibuka di Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang.

Dengan hadirnya gerai ini merupakan kolaborasi PT Sarinah dengan InJourney Airports, pengelola Bandara Soekarno-Hatta sebagai jembatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menampilkan produk lokal berkualitas kepada pasar global. 

Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menjelaskan InJourney terus mendorong dan membangkitkan UMKM Indonesia ke mata dunia melalui Sarinah.

Sarinah dirancang untuk menjadi hub UMKM dengan fokus 100 persen brand-brand lokal. Hal ini dilakukan guna menciptakan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang semakin berdaya saing.

"Ini merupakan sinergi yang baik untuk memperkenalkan UMKM di gerbang udara utama Indonesia,” tuturnya, Selasa 11 Maret 2025.

Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati menekankan pembukaan gerai ini sejalan dengan komitmen Sarinah dalam mendukung UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Pihaknya memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong UMKM dengan memberikan akses pasar yang lebih luas.

"Dengan kehadiran gerai ini, kami tidak hanya menghadirkan produk lokal berkualitas bagi para wisatawan, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” ujar Fetty.  

Momentum pembukaan ini juga bertepatan dengan bulan Ramadan dan musim mudik Lebaran, dimana banyak masyarakat melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Sarinah Store Terminal 3 hadir sebagai destinasi belanja bagi penumpang yang ingin membawa produk lokal berkualitas sebagai cinderamata sebelum berangkat. 

Sejak pertama kali hadir di Terminal 3 Bandara Soekarno -Hatta pada 2016, Sarinah terus bertransformasi menjadi etalase utama bagi produk lokal di salah satu gerbang internasional Indonesia.

Dengan luas total mencapai 290 m², gerai ini memberikan ruang bagi lebih dari 60 UMKM dan brand lokal, untuk memperkenalkan serta memasarkan produknya kepada wisatawan domestik dan internasional. 

Mengusung konsep curated premium store, Sarinah Soekarno-Hatta Terminal 3 menampilkan produk-produk unggulan yang mencakup fesyen, wastra, aksesori, tas, kosmetik, serta fragrance.

Setiap produk dipilih dengan cermat untuk memastikan kualitas terbaik dan daya saing di pasar ritel global.

Selain itu, Sarinah menghadirkan pengalaman belanja yang unik dan khas Indonesia, di mana setiap sudut gerai dirancang untuk memperkenalkan keunikan dan kekayaan budaya dari berbagai daerah. 

Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi mengatakan Grand opening Sarinah Store di Terminal 3 ini merupakan bagian penting dalam proses transformasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai wajah kebanggaan bangsa.  

“Kami sangat terkesan dengan kehadiran Sarinah Store di Terminal 3 sebagai showcase produk-produk unggulan dalam negeri, untuk semakin memperkuat nuansa Indonesia di bandara, dan menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai wajah kebanggaan bangsa,” ujarnya.

TEKNO
YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:37

Layanan berbagi video milik Google, YouTube, dilaporkan mengalami gangguan secara global pada Rabu, 18 Februari 2026, pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

TANGSEL
Ratusan Personel Polres Tangsel Dites Urine

Ratusan Personel Polres Tangsel Dites Urine

Senin, 23 Februari 2026 | 15:48

Ratusan personel Polres Tangerang Selatan (Tangel) pemeriksaan urine usai apel bersama di Lapangan Apel Polres Tangerang Selatan, Senin 23 Ferbuari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill