Connect With Us

Selundupkan Paruh Enggang, Empat WN China ditangkap di Bandara

| Jumat, 4 Januari 2013 | 16:49

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto menunjukan paruh burung Enggang. (tangerangnews / dira)

 


TANGERANG-Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ekspor paruh burung Enggang yang merupakan binatang dilindungi.

Paruh burung Enggang sebanyak 248 psc tersebut bernilai Rp1.002.800.000. Paruh burung ini dibawa sebagai barang bawaan penumpang dengan pelaku sebanyak empat orang yang berasal dari China, yang berinisial YZ, LZ, WQ dan LB.

Penyelundupan itu dilakukan pada Kamis (3/1) lalu pukul 23.00 WIB. Petugas yang mendapati informasi tersebut segera menindaklanjutinya, dengan memeriksa keempat WN China berserta barang bawaannya yang berangkat dengan pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan CI-678 tujuan Hongkong di Terminal 2D.
Selain membawa paruh burung , petugas juga mendapati pelaku membawa kulit sisik trenggiling sebanyak 189.

"Penumpang berinisial LB kedapatan membawa 83 pcs paruh burung Enggang, WQ membawa 36 keping kulit trenggiling. Sedangkan LZ membawa 87 pcs paruh burung Enggang gading dan 80 keping kulit trenggiling. Tersangka terakhir YZ membawa 78 pcs paruh burung Enggang gading dan 73 keping kulit Trenggiling," ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Oza Olavia, Jumat (4/1)


Berdasarkan peraturan RI No.7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa diketahui bahwa burung Enggang gading dan Trenggiling merupakan satwa yang dilindungi dan termasuk apendik 1.

"Jadi pelaku melanggar Undang-undang No.17/2006 tentang kepabeanan paling lama 10 tahun atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta," ujar Oza, seraya menduga barang tersebut berasal dari Kalimantan.

Pelaku kemudian diserahkan kepada penyidik Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta. Sementara itu, Awen Supranata Kepala Balai Konservasi Daya Alam DKI Jakarta menerangkan, kepercayaan di China, paruh buruh burung Enggang jika digunakan sebagai cincin akan menolak sial. “Jadi mereka mempercayai itu, karenanya kalau harga burung Enggang hidup bisanya dijual di pasaran perekor Rp1 juta, tetapi khusus paruhnya bisa mencapai Rp10 juta,” terangnya. (DRA)
 
MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Senin, 21 September 2026 | 17:38

PLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat

BANDARA
WN China Kendalikan Peredaran Vape Etomidate yang Dijual ke Jule, Untung Rp700 Ribu Per Cartridge

WN China Kendalikan Peredaran Vape Etomidate yang Dijual ke Jule, Untung Rp700 Ribu Per Cartridge

Senin, 21 September 2026 | 18:46

Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan peredaran rokok elektronik (vape) berisi zat berbahaya etomidate.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill