Connect With Us

Desain Tol Tangerang-Merak Tunggu Pengesahan BPJT

Rusli | Selasa, 25 Maret 2014 | 14:55

MMS Gelar Simulasi Kebakaran di Tol (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG-Desain  tol Tangerang-Merak yang banjir di Km 57 sampai Km 59 , masih menunggu untuk disahkan izinnya oleh badan pengatur jalan tol (BPJT).   PT Marga Mandala Sakti (MMS) sebagai operator jalan bebas hambatan tersebut mengklaim desainnya sudah selesai.

Direktur Operasi dan Teknik PT MMS Sunarto Sastrowiyoto mengatakan, desain tersebut adalah desain pembangunan ruas tol baru yang berada di samping jalan tol yang terendam banjir pada  2012 lalu  di wilayah Ciujung .  

“Sedang dalam proses persetujuan BPJT desainnya. Kalau dari kami sudah selesai 95%. Adapun yang belum itu izinnya saja. Sebab, ruas tol harus sesuai dengan desain yang ditetapkan pemerintah,” ujar Sunarto, Selasa (25/03).

Meski begitu, pihaknya optimis  desain tersebut akan disetujui BPJT, dan pihaknya memperkirakan tahun 2015 sudah bisa dikerjakan. “Tahun depan sepertinya sudah bisa dibangun,” ujarnya.

Ruas tol yang akan dibangun itu menurut Sunarto meniru desain tol Sediyatmo yang menjadi akses utama ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Jakarta.  “Kita tiru karena masalahnya sama soal banjir. Tanahnya juga sama bekas rawa, sehingga endapan air diatasnya bisa membenamkan jalan. Makanya akan dibangun tiang pancang sedalam 30 meteran, ” katanya.

Adapun ruas tol yang dibangun itu nantinya sepanjang 2,5 Km dengan ketinggian 2,7 meter paling tinggi serta lebar 10,2 meter untuk masing-masing ruas, dengan dua lajur,  masing-masing satu arah.  “Kita juga bangun tol itu dengan maksud agar tidak membendung air jika akan kembali banjir lagi.  Jadi air akan tetap merendam ruas tol yang banjir saat ini, sedangkan pengendara melintasi jalan yang akan dibangun itu,” terangnya.

Pembangunan tol elevated dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar itu bersumber dari dana pinjaman dan dana PT MMS sendiri. “Sebab yang namanya industri jalan tentu harus untung ya,” katanya.

Saat ini menurut Direktur Keuangan PT MMS Halim Wahjana, jumlah pengguna jalan tol Tangerang-Merak perharinya mencapai rata-rata 108.000 . Sedangkan capaian pendapatannya perbulan mencapai Rp1,9 miliar sampai Rp2 miliar.

Selain membangun ruas tol untuk terbebas dari banjir, PT MMS juga sedang melebarkan ruas Cikupa-Balaraja dari dua lajur menjadi tiga lajur. Sedangkan lajur bahunya sengaja dipersiapkan kelebarannya sama dengan lajur satu dan dua serta tiga yakni 3,6 meter.

 “Kalau biasanya lajur bahu cukup 2,5 meter. Kini lajur bahu kita bangun sama dengan lajur satu, dua dan tiga.  Sudah 75% selesai, April sepertinya akan selesai,” terang Halim.  
  
  
 
KAB. TANGERANG
Paramount Petals Lakukan Pendampingan Gizi di Curug, Balita Berisiko Stunting Mulai Alami Perubahan

Paramount Petals Lakukan Pendampingan Gizi di Curug, Balita Berisiko Stunting Mulai Alami Perubahan

Minggu, 1 Februari 2026 | 12:23

Upaya penanganan stunting di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, terus berjalan sepanjang 2025. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan gizi dan pemantauan kesehatan balita melalui program tanggung jawab sosial perusahaan

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

PROPERTI
Stasiun Jatake Bakal Makin Dongkrak Nilai Properti di BSD City

Stasiun Jatake Bakal Makin Dongkrak Nilai Properti di BSD City

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:09

Sinar Mas Land (SML) kembali memperkuat posisinya sebagai pengembang kota mandiri dengan meresmikan Stasiun Kereta Api Jatake di BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa 28 Januari 2026, kemarin.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill