Connect With Us

Program Sejuta Rumah di Banten Dipercepat

Denny Bagus Irawan | Rabu, 3 Juni 2015 | 10:00

acara focus group discussion (FGD) di Serpong (TangerangNews / TangerangNews)

TANGSEL-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten mempercepat program sejuta rumah di Provinsi Banten. DPD REI Banten telah menyiapkan sebanyak 12.000 unit rumah rumah bersubsidi dengan harga Jual mulai Rp100 juta per unit. Lokasi perumahan mura tersebut tersebar di beberapa kabupaten/ kota seperti Serang, Lebak, Serpong dan daerah lainnya.
 
"Kita canangkan percepatan implementasi program sejuta rumah di Provinsi Banten. Hal ini berguna mendukung program pemerintah yang telah dicanangkan pada 29 April 2015 lalu oleh Pak Presiden Joko Widodo," ujar Ketua DPD REI Banten Soelaeman Soemawinata dalam acara focus group discussion (FGD) di Serpong, Rabu (3/6) siang.

Menurut Soelaeman, dirinya memang didesat Gubernur Banten Rano Karno agar program tersebut tidak hanya menjadi wacana.

"Saya dibilang sama Pak Gubernur, Man, lu jangan wacana doang, capek gua dengar wacana saja," kata Soelaeman.

Hal itu kata Soelaeman membuat dia terpicu. "Ya saya gerakan semua, akhirnya hari ini juga, tepat hari ini juga kita launching 5.000 rumah, yang terdiri dari 4.000 rumah dan 1.000 rusunami," ujar Soelaeman.

Dijelaskan Soelaeman, sebanyak 12.000 unit rumah murah bersubsidi, sebenarnya bisa membangun jauh lebih besar lagi. Merujuk data dari Badan Penyelenggara Jaminaan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Banten dari 1 juta peserta BPJS, 50 persennya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari jumlah itu sebanyak 25 persennya belum punya rumah.

"Kalau data itu betul, Banten Berarti butuh 250 ribu rumah. Namun, kami perlu tahu pemetaannya," ungkap Soelaeman.

Menurut Soelaeman, strategi pembangunan perumahan di Banten memerlukan treatmen khusus. Karena jika dilakukan secara alamiah, seperti saat ini dimana pemangku kepentingan jalan masih berjalan sendiri-sendiri maka akan sulit mencapai target yang dicanangkan.

"Harus ada yang bertindak driver program tersebut di daerah. Kami sendiri REI Banten tidak cukup punya data akurat. Kami mengajak pemangku kepentingan di Banten untuk bersepkatan bahwa penyediaan perumahan adalah misi stategis yang hanya bisa diwujudkan dengan semangat uyang sama dan perlu treatmen khusu untuk percepatan," tuturnya.
 
Sedangkan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyatakan, di Tangsel kondisi tanah agak berbeda dengan Kota/Kabupaten lain.

"Harga tanah sangat tinggi di sini. Akan sangat berterima kasih kalau akan ada Rusunawa di Tangsel," tuturnya.

 

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

KOTA TANGERANG
Anak Disuapi Negara, Orang Tua Dibiarkan Tak Berdaya

Anak Disuapi Negara, Orang Tua Dibiarkan Tak Berdaya

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:39

Seorang anak duduk rapi di bangku sekolah, membuka kotak makan yang disediakan negara. Ada nasi, lauk dan sayur. Ia kenyang hari itu bahkan bisa menyisihkan sedikit untuk di bawa pulang. Karena di rumah, ayahnya masih menganggur.

OPINI
Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:00

enaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar soal angka, melainkan arah manusia yang sedang dibentuk.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill