Connect With Us

Giliran Sekda Pandeglang Diperiksa Kejati

| Kamis, 19 November 2009 | 18:18

Mantan Bupati Pandeglang, Banten Dimyati Natakusumah. (Dimyati Natakusumah / internet)


BANTEN.NEWS- Kejati Banten kembali memeriksa 4 pejabat Pemkab Pandeglang. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Endjang Sadina, sedangkan lainnya yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pandeglang Tb Enjat Sudrajat, Kasubdit Anggaran Pembayaran, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pandeglang Irwan Rusmandar, dan Kasubag Keuangan DPU Mas Mansur. 
 
Ketua Tim Penyidik kasus dugaan korupsi Rp200 miliar, Tanti Manurung mengatakan,
untuk empat orang itu dimintai keterangan soal pengajuan anggaran kepada Bank Jabar Banten pada 2005 Rp200 miliar, pencairan dana pinjaman Rp200 miliar hingga penggunaan anggaran Rp200 miliar. “Dari hasil pemeriksaan sementara untuk pengajuan anggaran ini adalah inisiatif dari mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah,” terangnya, siang ini.
 
Awalnya agenda pemeriksaan yang dijadwalkan oleh Kejati Banten yaitu memeriksa
sebanyak 5 saksi, namun yang hadir memenuhi panggilan Kejati Banten hanyalah 4 orang saksi saja. Sebab untuk, satu saksi lainya yaitu mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang Purwadi, tidak hadir karena sedang
menjalankan ibadah haji.
 
 “Selama pemeriksaan ada dua orang yang menjalankan ibadah haji, jadi untuk pemeriksanya menunggu mereka pulang,” katanya. Sekda Pandeglang, Endjang Sadina serta pejabat lainya yang menjalani pemeriksaan kasus dugaan penyelewengan anggaran Rp200 miliar tidak mau memberikan komentar sedikit pun. Setelah keluar dari tempat pemeriksaan, mereka terburu-buru masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.
Kasi Penkum Kejati Banten, Mustakim mengatakan, Kejati Banten masih memiliki agenda pemeriksaan pada Jumat (20/11) untuk tiga saksi, yaitu Kabid Akuntansi BPKAD Andi Kusnandi, Kabid Pendapatan BPKD Kurnia dan Kabid Binamarga DPU Pandeglang. “Pada Jumat (20/11), masih ada agenda pemeriksaan,” terangnya.
 
Kasus dana dari pinjaman daerah kepada Bank Jabar Banten Rp200 miliar ini mulai
mencuat bersamaan dengan mencuatnya kasus dugaan suap  yang juga melibatkan anggota Komisi III DPR Dimyati Natakusumah yang telah ditahan sejak Rabu (11/11) lalu di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II Serang. (tim/dira)

KOTA TANGERANG
Maryono Tegaskan WFH Setiap Jumat Bukan Libur untuk ASN, Pelanggar Akan Disanksi

Maryono Tegaskan WFH Setiap Jumat Bukan Libur untuk ASN, Pelanggar Akan Disanksi

Senin, 6 April 2026 | 19:32

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara setiap hari Jumat.

KAB. TANGERANG
Pasca Penyegelan, Bupati Tangerang Siapkan Solusi Tempat Ibadah Permanen untuk Jemaat POUK Tesalonika

Pasca Penyegelan, Bupati Tangerang Siapkan Solusi Tempat Ibadah Permanen untuk Jemaat POUK Tesalonika

Senin, 6 April 2026 | 20:25

Pasca polemik penyegelan tempat ibadah jemaat Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika di Kecamatan Teluknaga, pada Jumat, 3 April 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bergerak cepat untuk memastikan kondusivitas wilayah.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

PROPERTI
Pengamat Nilai Konsep Kota Mandiri Seperti Paramount Gading Serpong Kian Dilirik, Tak Hanya Soal Rumah Hunian

Pengamat Nilai Konsep Kota Mandiri Seperti Paramount Gading Serpong Kian Dilirik, Tak Hanya Soal Rumah Hunian

Kamis, 2 April 2026 | 10:54

Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perubahan dalam pola pengembangan hunian. 

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill