Connect With Us

ICW Bingung dengan Laporan Dana Kampanye Pilgub Banten

Mohamad Romli | Senin, 13 Februari 2017 | 07:00

Laporan awal dana kampanye dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 dinilai Indonesia Corruption Watch (ICW) tidak mencerminkan aspek penerimaan dan pengeluaran yang sebenarnya. (@tangerangnews 2017 / Romly Revolvere)

 

TANGERANGNews.com-Laporan awal dana kampanye dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 dinilai Indonesia Corruption Watch (ICW) tidak mencerminkan aspek penerimaan dan pengeluaran yang sebenarnya.

Keanehan itu terlihat, dari dana kampanye yang lebih banyak berasal dari kantong pribadi calon kandidat sendiri. Tidak banyak yang berasal dari sumbangan pihak lain.

"Padahal realitasnya kalau kita bandingkan, tidak hanya kandidat yang mengeluarkan uang untuk kampanye. Tetapi juga ada pihak-pihak lain yang berkepentingan," kata Almas Syafrina, peneliti Divisi Korupsi Politik, ICW, Minggu (12/2/2017) di Rumah Makan Kebon Kubil, Kota Serang, Banten.

Dalam kegiatan yang digelar tim pemantau independen Ayo Banten tersebut, Almas juga memaparkan terdapat keanehan dalam dalam laporan awal dana kampanye dua kandidat dalam Pilgub Banten yang diserahkan ke KPU Banten. 

Keanehan tersebut diungkapkan Almas,  ketika Andhika Hazrumy sebagai calon Wakil Gubernur nomor urut 1 dalam laporan awal dana kampanye tidak menyumbang sama sekali untuk aktivitas kampanye paslon nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy. 

Sementara jika dilihat dari aktivitas kampanye, baik Wahidin Halim maupun Andika Hazrumy, memiliki aktivitas kampanye masing-masing.

"Tapi tidak ada satu rupiah pun yang tercatat dilaporan dana kampanye yang keluar dari kantong atau rekening Andhika," ujar Almas.

Sedangkan Rano Karno-Embay Mulya Syarif pasangan nomor urut 2, jumlah yang tercatat dalam laporan awal dana kampanye dinilai masih sedikit. Tidak sesuai dengan aktivitas kampanye yang membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

“Laporan akhir dana kampanye, penerimaan dan pengeluaran dana kampanye kedua kandidat pada pilgub Banten 2017 tersebut seharusnya lebih mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Karena laporan tersebut  cara paling sederhana untuk menilai integritas dan kejujuran cagub dan cawagub Banten tersebut terhadap masyarakat,” terangnya.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

SPORT
ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo

ARYADUTA Country Club Gelar Tennis Coaching Clinic Digelar, Peserta Bisa Belajar Langsung dari Pelatih Internasional Coach Wibowo

Jumat, 4 September 2026 | 12:17

ARYADUTA Country Club akan menggelar Tennis Coaching Clinic pada 26–27 September 2026.

KOTA TANGERANG
Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Debit Sungai Cisadane Turun 40 Cm, Wali Kota Tangerang Imbau Warga Hemat Air

Sabtu, 12 September 2026 | 17:22

Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill