Connect With Us

Samawi Akan Bentengi Jokowi dari Kampanye Hitam di Banten

Mohamad Romli | Minggu, 10 Juni 2018 | 00:38

Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) telah dikukuhkan sekaligus dideklarasikan disalah satu hotel di Kota Tangerang, Sabtu (9/6/2018). (TangerangNews.com/2018 / Mohamad Romli)

 

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah warga yang menamakan dirinya Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) menyatakan akan menjadi kelompok yang membentengi Presiden Joko Widodo (Jokowi), dari berbagai isu negatif serta berita palsu (hoax) yang mendiskreditkan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Komitmen tersebut dikukuhkan dengan deklarasi yang dihelat disalah satu hotel di Kota Tangerang, Sabtu (9/6/2018).

Dengan mengenakan kostum kemeja serba putih serta kopiah hitam, ulama muda yang beberapa diantaranya pimpinan pondok pesantren di Banten itu menyatakan kejemuannya atas berbagai berita palsu (hoax) yang menyerang Jokowi. Sehingga mereka meneguhkan tekad untuk aktif melakukan counter informasi baik di media sosial dan terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat.

"Tujuan utama Samawi adalah untuk meng-counter opini publik yang negatif serta hoax yang beredar. Misalnya, Presiden Jokowi mencintai Islam, dekat dengan ulama. Tapi fakta di lapangan kita banyak menemukan bahwa Presiden Jokowi selalu dinegatifkan dalam berbagai hal," ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) Samawi Banten KH Immanuddin Usman.

Ditambahkannya, berkaca pada pemilihan presiden 2014, berbagai isu serta hoax yang massif ditujukan kepada Jokowi. Maka, jika hal demikian masih terjadi, kelompok ini akan menyampaikan kepada masyarakat di Banten, isi kampanye hitam itu tidak benar.

Untuk itu, lanjutnya, Samawi Banten akan dinahkodai oleh sembilan tokoh muda serta jumlah yang sama juga ada pada tiap-tiap Kabupaten/Kota di Banten. Hingga Agustus 2018, mereka pun menargetkan terbentuknya 1.551 koordinator kelurahan atau desa se-Banten.

"Kami dengan 64 relawan se-Tangerang Raya dan 1.551 Koordinator kelurahan atau desa se-Banten akan turun di media sosial serta majelis taklim untuk menyampaikan sesuatu yang benar, bukan berkaitan dengan kampanye tentunya," jelasnya.

Sementara Wakil Koordinator Nasional (Wakornas) Samawi, Subandi Musbah pun menyatakan hal yang sama. Menurutnya, selama ini informasi palsu dan fitnah begitu tajam beredar di media sosial.

Dampak yang paling parah jika kondisi itu didiamkan adalah terjadinya konflik terbuka secara horizontal. Bahkan, sebut Subandi, sesama ulama pun bisa berselisih jika terjebak dalam propaganda hoax tersebut.

"Kami juga ingin mengkonsolidasikan, agar ulama muda yang ada di Banten ini bisa bersatu padu menyampaikan pesan-pesan positif dan pesan-pesan yang benar, yang berkaitan dengan Bapak Jokowi," ungkapnya.

Kegiatan itu juga dibarengi dengan buka puasa bersama dan santunan kepada anak yatim piatu.(RAZ/HRU)

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

HIBURAN
Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Peringati HAN 2026, Hotel Santika Indonesia Ajak 43 Anak Jadi General Manager Sehari

Rabu, 29 Juli 2026 | 16:10

Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill