Akhir Perjalanan Tempat Hiburan Legendaris, FM3 Karaoke Tangerang Resmi Tutup Permanen
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:36
Tempat hiburan malam legendaris di Kota Tangerang kembali harus menghentikan operasionalnya.
TANGERANGNEWS.com-Kepala Korps Polairud Mabes Polri Irjen Lotharia Latif memerintahkan jajaran di bawahnya untuk mewaspadai aktivitas di pelabuhan rakyat di Indonesia. Pelabuhan kecil biasanya lepas dari pengamatan saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) maupun arus mudik Lebaran.
"Kita mewaspadai tempat-tempat pelabuhan penyeberangan baik itu pelabuhan resmi atau justru pelabuhan rakyat, pelabuhan-pelabuhan kecil," kata Latif di Mako Ditpolairud Polda Banten, Selasa (17/12/2019).
Ditpolairud di seluruh Polda diminta untuk mengecek ke lapangan terkait kondisi pelabuhan rakyat. Hal tersebut mengingat pelabuhan rakyat biasanya ramai digunakan oleh masyarakat yang pulang kampung saat libur Nataru.
"Saya sudah perintahkan kemarin kepada seluruh Ditpolairud Polda untuk memetakan dan langsung cek di lapangan bersama dengan stakeholder yang ada di sana," ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Latif, Korps Polairud sudah menggelar pasukan untuk pengamanan libur Natal dan tahun baru. Kapal personel Polairud siap digerakkan untuk mengamankan arus mudik Nataru.
"Itu berbeda-beda (jumlah personel) di masing-masing Polda, kita sendiri di Mabes Polri ada penguatan wilayah BKO kapal kita, heli kita, pesawat udara kita. Kekuatan yang kita miliki kita berikan penuh kepada pelayanan masyarakat," kata dia.(MRI/RGI)
Tempat hiburan malam legendaris di Kota Tangerang kembali harus menghentikan operasionalnya.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews