KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 1.368 personel disiagakan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten selama masa mudik Lebaran 2023 atau Idulfitri 1445 Hijriah.
General Manager PLN UID Banten Abdul Mukhlis mengatakan, masa siaga ini melibatkan 7 posko pelayanan di 6 kantor UP3 mulai 3 April hingga 18 April 2024, khususnya memastikan keandalan pasokan listrik di tempat ibadah.

"Dan ada 60 titik posko siaga di seluruh Provinsi Banten. Kami juga turut menyiagakan Peralatan serta Armada Pendukung Masa Siaga Lebaran," ujar Mukhlis.
Ada 31 titik lokasi siaga prioritas termasuk Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Merak, dan rumah sakit. Selama siaga, terdapat 74 penyulang prioritas dengan total 31 gardu distribusi.
Lebih lanjut, Mukhlis memperkirakan beban puncak pada hari pertama Idul Fitri 1445 Hijriah, yakni mencapai 1.933 MW, sementara hari kedua 1.944 MW dengan peningkatan sebesar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Mukhlis memastikan, PLN akan tetap siaga selama 24 jam periode mudik lebaran dan masyarakat dapat menghubungi petugas PLN melalui aplikasi PLN Mobile.
Sedangkan, untuk pemudik yang menggunakan kendaraan listrik, tersedia 29 titik SPKLU di Banten yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPT PLN (Persero) menyiapkan sistem kelistrikan berlapis untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.
Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas jaminan sosial, tercatat masih ada sekitar 485.395 pekerja yang belum terdaftar dalam program Jamsostek.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews