Connect With Us

Ditanya Wacana Lawan Kotak Kosong karena Borong Partai di Pilgub Banten, Ini Kata Andra Soni

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 24 Juli 2024 | 17:14

Bacagub Banten Andra Soni saat cara diskusi politik yang digelar Distrik Berisik Banten di Kota Tangerang, Minggu 21 Juli 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Banten Andra Soni menangapi soal aksi borong partai yang disinyalir sebagai wacana untuk melawan kotak kosong di Pilkada 2024.

Diketahui saat, ini Andra yang berpasangan dengan Dimyati Natakusumah ini, telah mendapat dukungan tujuh partai yang tergabung dalam Koalisi Banten Maju (KBM). Di antaranya Gerindra, NasDem, PKS, PAN, PPP, PSI dan yang terbaru Partai Demokrat.

"Ini kan demokrasi ya, yang kami lakukan ini dalam rangka mempersiapkan diri untuk berkontestasi. Jadi apapun yang terjadi ke depan saya mengikuti saja," ujarnya usai acara diskusi politik Distrik Berisik Banten di Kota Tangerang, Minggu 21 Juli 2024, lalu.

Menurut Andra, praktek borong partai juga dilakukan di banyak tempat lainnya saat pemilu. Namun ia mempertanyakan kenapa hanya dirinya yang disorot. Padahal tujuan pihaknya tak lain adalah untuk kemajuan Banten.

"Cuma yang dilihat kok Andra Soni bisa bikin koalisi besar? Kami meyakini, apa yang kami sampaikan Insyaallah tujuannya sama, ingin Banten maju sama seperti yang lain. Kami yakini komitmen yang dibangun akan terus berlanjut sampai pencalonan nanti," jelasnya.

Pria yang menjabat Ketua DPRD Banten ini menambahkan, membangun koalisi merupakan salah satu tugas dari Partai Gerindra, selain konsolidasi struktur partai serta meningkatkan popularitas dan akseptabilitas.

Sementara ditanya apakah akan ada partai lain yang akan bergabung? Andra menjawab jika diizinkan Allah.

"Apa yang sedang berjalan ini adalah upaya-upaya yang sesuai rekomendasi Partai Gerindra kepada saya dan Pak Dimyati. Alhamdulilah sudah ada beberapa partai yang bergabung dan akan mendaftarkan pada saatnya nanti. Kalau diizinkan Allah, Insyaallah (ada penambahan partai)," katanya.

Terkait komunikasi dengan Golkar dan PDIP, Andra mengaku sudah melakukan sebelumnya. Namun dalam komunikasi tersebut tidak semua berakhir dengan titik temu. Meski demikian, ia tidak ingin memaksakan karena hal itu hak setiap partai.

"Boleh minta tapi jangan minta-minta, boleh berharap tapi jangan ngarep-ngarep. Kita hormati semua kedaulatan masing-masing partai dalam menentukan sikapnya. Tapi mohon juga dihormati kedaulatan Partai Gerindra dalam menentukan sikapnya. Sebab, semua yang dilakukan ini dalam upaya agar Banten maju, Indonesia maju," terangnya.

Setelah tujuh partai bergabung, Anda memastikan akan melakukan deklarasi dalam waktu dekat, hingga pendaftaran dan kampanye

"Tentu dong ada deklarasi, Insyaallah itu semua sedang dirangkai yang jelas komunikasi tidak boleh putus," tutupnya.

BANDARA
Pulihkan Laut Terdampak Tsunami Banten, Bandara Soetta Dorong Konservasi Terumbu Karang di Tanjung Lesung

Pulihkan Laut Terdampak Tsunami Banten, Bandara Soetta Dorong Konservasi Terumbu Karang di Tanjung Lesung

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:08

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memperkuat komitmen pelestarian ekosistem maritim, dengan memperluas program konservasi terumbu karang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung

PROPERTI
Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Ini Alasan Gading Serpong Berkembang Pesat Jadi Pusat Bisnis Baru di Tangerang Raya

Jumat, 9 Januari 2026 | 18:47

Kawasan Paramount Gading Serpong tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan hunian, wilayah ini dirancang dengan konsep terpadu yang mencakup area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga ruang publik penunjang aktivitas masyarakat.

KAB. TANGERANG
Korban Banjir 2 Meter di Cikande Tangerang Minta Bantuan ke Presiden

Korban Banjir 2 Meter di Cikande Tangerang Minta Bantuan ke Presiden

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:24

Korban banjir setinggi 2 meter di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang meminta bantuan jajaran pemerintah pusat hingga ke Presiden Prabowo Subianto.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill