Connect With Us

Penyebaran HIV Terkonsentrasi di 11 Provinsi, Salah Satunya Banten

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 23 Juni 2025 | 19:31

Ilustrasi HIV/AIDS. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut penyebaran kasus HIV di Indonesia menunjukkan konsentrasi tinggi di sejumlah wilayah.

Tercatat sebanyak 76 persen dari total estimasi orang dengan HIV (ODHIV) di Tanah Air terkonsentrasi hanya di 11 provinsi. 

Direktur Penyakit Menular Kemenkes Ina Agustina Isturini mengatakan sebelas provinsi itu meliputi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Banten dan Kepulauan Riau.

Temuan ini menjadi sorotan dalam upaya penguatan deteksi dini dan layanan pengobatan HIV.

"ODHIV itu artinya orang yang pernah terinfeksi HIV, baik yang lama maupun yang baru, karena HIV itu seumur hidup. Jadi estimasi ODHIV hidup di Indonesia tahun 2025 adalah 564 ribu orang. Itu yang harus kami temukan supaya mereka tahu statusnya," ujarnya dalam temu media daring pada Jumat 20 Juni 2025, seperti dilansir dari laman RRI.

Adapun per Maret 2025, dari estimasi 564 ribu ODHIV, sekitar 356.638 atau 63 persen sudah ditemukan. Dari jumlah itu, 67 persen telah menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) dan 55 persen menunjukkan virus yang tersupresi.

"Artinya, 55 persen sudah berhasil menekan jumlah virus hingga ke titik di mana mereka tidak lagi menularkan. Tapi kami masih punya pekerjaan besar untuk menemukan sisanya," ujarnya.

Ina mengatakan pihaknya tidak jarang menemui tantangan, bahkan ada yang menghilang ketika ingin di follow-up. Hal ini menyebabkan ODHIV yang hidup dan tahu statusnya itu menjadi  belum ditemukan sebanyak 95 persen. 

"Kemenkes menargetkan pencapaian 95-95-95 di tahun 2030, yakni 95 persen ODHIV mengetahui statusnya. Kemudian 95 persen ODHIV menjalani pengobatan, dan 95 persen di antaranya berhasil menekan virus hingga tidak menular," tutupnya.

TEKNO
Langkah Tepat Melaporkan Data Tersebar Akibat Sembarang Klik Link Pinjol Ilegal Terbaru 2026

Langkah Tepat Melaporkan Data Tersebar Akibat Sembarang Klik Link Pinjol Ilegal Terbaru 2026

Senin, 2 Maret 2026 | 11:32

Waspada ancaman klik link pinjol ilegal terbaru 2026. Ketahui langkah tepat cara cek dan melaporkan data pribadi yang tersebar ke otoritas terkait.

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill