Connect With Us

Ada 2.742 Kasus HIV di Tangsel, Terbanyak di Ciputat

Rangga Agung Zuliansyah, Yanto | Senin, 2 Desember 2024 | 16:42

Ilustrasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang tercatat Dinas Kesehatan selama periode 2015 hingga Juli 2024 ada sebanyak 2.742 jiwa.

Dari angka tersebut, sebanyak 2.070 dinyatakan masih hidup. Namun hanya sekitar 1.349 ODHIV yang sedang menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV) dan baru 665 orang yang sukses, dengan tes Viral Load menunjukkan status tidak terdeteksi.  

Iman Permana, Divisi Humas Aliansi Masyarakat Sehat Kota Tangerang Selatan (AMSATS) menjelaskan data ini mencerminkan realitas kompleks yang dihadapi oleh masyarakat dan sistem kesehatan kota.

"Estimasi ini menunjukkan tantangan besar yang harus kita tangani bersama. Dari jumlah estimasi, sekitar 75% sudah ditemukan, tapi tidak semua menjalani pengobatan ARV secara konsisten," ungkapnya, Senin 2 Desember 2024.

Untuk persebaran jumlah kasus ini, paling banyak berada di Kecamatan Ciputat dengan 402 kasus, disusul Pondok Aren 283 kasus, Pamulang 261 kasus, Ciputat Timur 166 kasus, Setu 139 kasus, Serpong 130 kasus dan Serpong Utara 55 kasus.

Adapun ODIHV rentang usia 25–49 tahun berada pada angka tertinggi yaitu 1.673 kasus. Lalu, kelompok usia 20–24 tahun dengan 535 kasus. 

"Rentang usia produktif ini sangat memprihatinkan karena dampaknya tidak hanya pada individu, tapi juga ekonomi dan sosial masyarakat," tambah Iman.  

Meski demikian, jumlah temuan kasus di Tahun 2024 mengalami penurunan dibanding 3 tahun sebelumnya yang terus naik.

Tahun ini ada 188 kasus, tahun 2023 ada 351 kasus, tahun 2022 ada 311 kasus dan tahun 2021 ada 173 kasus.

Ia juga menjelaskan, dari 2.070 kasus yang ditemukan, sekitar 301 individu telah meninggal dunia. Sebagian besar meninggal karena terlambat didiagnosis atau tidak melanjutkan pengobatan.

“Upaya edukasi, deteksi dini, dan akses pengobatan harus terus kita tingkatkan,” kata Iman.  

Program ART (Antiretroviral Therapy) menjadi andalan dalam menangani ODHIV di Tangsel. Namun, tidak semua ODHIV yang ditemukan menjalani pengobatan.

"Saat ini, 1.349 orang sedang dalam pengobatan. Angka ini harus kita kejar agar semua yang ditemukan mendapatkan akses ARV," jelasnya.  

Meski demikian, stigma sosial dan kurangnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan utama.

"Banyak masyarakat yang takut memeriksakan diri karena takut dikucilkan. Kita butuh pendekatan humanis agar lebih banyak yang mau melakukan tes dan pengobatan," ujar Iman.  

AMSATS bersama Dinkes Tangsel terus berupaya memperluas jangkauan layanan kesehatan, termasuk edukasi terkait HIV. 

"Kami juga mendorong pemeriksaan rutin bagi kelompok berisiko tinggi, terutama mereka yang berada di rentang usia produktif," tutup Iman.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

BANTEN
Start dari Cilegon, 30 Motor Listrik Buktikan Mampu Tempuh Rute Sejauh 1.200 Km ke Bali 

Start dari Cilegon, 30 Motor Listrik Buktikan Mampu Tempuh Rute Sejauh 1.200 Km ke Bali 

Senin, 15 Juni 2026 | 11:19

Sebanyak 30 pengendara motor listrik memulai perjalanan lintas pulau sejauh sekitar 1.200 kilometer dari Cilegon, Banten menuju Singaraja, Bali, Minggu, 14 Juni 2026.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill