Connect With Us

Waspadai Nyeri Perut Kanan Bawah Bisa Jadi Tanda Usus Buntu

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 2 Juli 2025 | 19:42

Bethsaida Hospital Serang, Banten. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Nyeri yang muncul di perut kanan bawah kerap dianggap sebagai keluhan ringan akibat gangguan pencernaan. Padahal, bisa jadi itu adalah gejala awal radang usus buntu atau apendisitis, kondisi yang berpotensi menjadi darurat medis jika tidak segera ditangani.

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks, organ kecil menyerupai jari yang menempel di bagian awal usus besar. Meski tidak memiliki fungsi vital yang jelas, infeksi di apendiks bisa menyebabkan nyeri hebat dan komplikasi berbahaya, seperti infeksi rongga perut atau bahkan sepsis.

Dokter Spesialis Bedah di Bethsaida Hospital Serang dr. Rahmat Hidayat, Sp.B menjelaskan, apendisitis umumnya disebabkan oleh penyumbatan di saluran apendiks, sehingga menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat, yang mengakibatkan pembengkakan, penumpukan nanah, dan nyeri. 

"Jika tidak diobati, kondisi ini bisa pecah dan menyebabkan infeksi serius di dalam rongga perut," beber dr. Rahmat.

Penyebab penyumbatan bisa beragam, mulai dari tinja keras atau fekalit, infeksi saluran cerna, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga benda asing yang tertelan atau adanya tumor.

Gejala awal apendisitis kerap menyerupai sakit perut biasa. Namun, ada beberapa tanda khas yang sebaiknya tidak diabaikan, seperti nyeri tiba-tiba di perut kanan bawah, mual, muntah, demam ringan, hilangnya nafsu makan, hingga perut terasa kembung atau sulit buang gas.

"Gejala apendisitis sangat mudah menyamar layaknya sakit perut biasa. Jadi, kita harus peka terhadap rasa sakit yang datang tiba-tiba," ujar dr. Rahmat.

Jika tidak segera ditangani, apendisitis bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. Beberapa di antaranya adalah peritonitis atau peradangan pada peritoneum, abses apendiks, usus buntu pecah, sepsis, hingga gangguan pencernaan jangka panjang.

Penanganan utama terhadap apendisitis adalah tindakan operasi atau apendektomi, baik secara terbuka maupun dengan metode laparoskopi. Namun, jika penyakit terdeteksi lebih awal, dokter biasanya akan memberikan antibiotik terlebih dahulu untuk menekan infeksi sebelum tindakan pembedahan dilakukan.

Pada kasus yang sudah parah, misalnya usus buntu telah pecah, dokter akan melakukan pembersihan rongga perut dan pengeringan abses jika diperlukan. Pasien juga akan diminta untuk menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya menambahkan, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan komprehensif untuk sistem pencernaan, termasuk diagnosis dan penanganan apendisitis. Sebab, deteksi dini dan penanganan yang cepat akan meningkatkan persentase untuk menghindari komplikasi berat dari penyakit usus buntu.

"Layanan pengobatan dan bedah digestif kami sudah dilengkapi dengan alat endoskopi modern serta tim dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan terpadu dari proses diagnosis hingga penanganan lanjutan," katanya.

WISATA
Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Sambut Ramadan 2026, VIVERE Hotel Luncurkan Paket Menu Timur Tengah dan Nusantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:14

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadan” yang digelar di Yin & Yum All Day Dining, lantai 8

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

NASIONAL
Semarakkan Ramadan, PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya 

Semarakkan Ramadan, PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya 

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:51

Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) kembali menggulirkan program promo penambahan daya listrik bagi pelanggan rumah tangga.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill