Connect With Us

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem Landa Wilayah Banten di Penghujung September 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 29 September 2025 | 15:18

Ilustrasi hujan angin. (Gemini AI / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com– Menjelang penutup September 2025, potensi hujan deras diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten. 

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Menurut BBMKG, kondisi atmosfer saat ini menunjukkan tingkat kelabilan yang tinggi. 

Sejumlah fenomena iklim terpantau berperan dalam pembentukan awan hujan, mulai dari Dipole Mode negatif yang membawa suplai uap air dari Samudra Hindia, hingga aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang memicu pertumbuhan awan di wilayah barat Indonesia.

Selain itu, pergerakan gelombang atmosfer Rossby Equatorial, Kelvin, dan Low Frequency yang melintas di Banten turut memperkuat potensi hujan lebat. 

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah perlambatan angin atau konvergensi yang terjadi di wilayah setempat, serta kelembapan udara yang tinggi.

Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto menyampaikan, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di sejumlah daerah di Banten, termasuk Tangerang. 

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah Kab. Pandeglang, Kab. Lebak, Kota Cilegon, Kab. Serang bagian Utara, Kota Tangerang Selatan,” ujar Hartanto dalam keterangannya, Senin, 29 September 2025.

Sementara itu, hujan dengan kategori sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Kota Serang, Kabupaten Serang bagian Selatan, Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang.

Untuk mengantisipasi dampaknya, masyarakat diminta berhati-hati terhadap perubahan cuaca mendadak. 

BMKG juga mengimbau agar tidak beraktivitas di ruang terbuka saat terjadi hujan disertai petir, menjauhi pepohonan maupun papan reklame yang berisiko roboh, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, hingga longsor.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

HIBURAN
Lewati Persaingan Ketat, Tea-rista Chatime dari Bintaro dan Surabaya Juarai Kompetisi Racik Teh Nasional 2026

Lewati Persaingan Ketat, Tea-rista Chatime dari Bintaro dan Surabaya Juarai Kompetisi Racik Teh Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:24

Setelah melalui serangkaian seleksi yang melibatkan lebih dari 300 tea-rista dari ratusan gerai di berbagai daerah, Chatime akhirnya menetapkan pasangan asal Bintaro dan Surabaya sebagai pemenang Chatime Tea-rista Competition 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill