Connect With Us

Gubernur Banten Sebut Bullying Sekarang Lebih Parah Dibanding Jamannya Dulu, Gadget Jadi Biang Kerok

Muhamad Yusri Hidayat | Senin, 24 November 2025 | 18:30

Gubernur Banten Andra Soni. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Rencana pembatasan gadget kembali menjadi sorotan setelah maraknya kasus bullying di berbagai daerah selama beberapa pekan terakhir.

Hal ini diperkuat dengan adanya kasus bullying yang menyebabkan salah seorang siswa SMP di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, harus meregang nyawanya akibat bullying.

Gubernur Banten Andra Sony menegaskan upaya penanganan bullying tidak dapat berjalan efektif jika dilakukan secara sebagian. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus ikut berkomitmen.

"Pembatasan gadget ini tidak bisa berdiri sendiri. Ini harus ada komitmen, konsensus nasional. Kita semua baik dari orang tua, murid, pendidik, dan lingkungan harus punya komitmen yang sama," ujarnya, Senin 24 November 2025.

Andra Soni membandingkan kasus bullying yang terjadi pada zamannya dengan yang terjadi pada zaman sekarang.

Ia menilai penggunaan gadget dan media sosial memberikan dampak yang besar pada meningkatnya kasus bullying yang meningkat akhir-akhir ini.

"Dulu, zaman saya sekolah, kasus bullying juga ada tetapi tidak banyak seperti sekarang. Pengaruhnya luar biasa. Untuk menyelamatkan generasi muda dan pelajar, harus ada kesadaran kolektif," katanya.

Ia menegaskan upaya pencegahan bullying harus dilakukan di seluruh jenjang pendidikan. Ia menyoroti kasus perundungan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tapi juga banyak di universitas.

Terkait rencana pembatasan gadget, Andra Soni menyebut bahwa itu merupakan kebijakan nasional yang harus didorong pemerintah daerah.

Ia mencontohkan sejumlah negara maju yang sudah menerapkan kebijakan serupa untuk melindungi generasi muda dari dampak  negatif penggunaan gadget.

"Pembatasan gadget ini kan adalah kebijakan nasional. Kita akan dorong itu. Beberapa negara-negara maju telah berhasil menerapkan kebijakan tersebut, salah satunya Finlandia," sebutnya.

Menurutnya, meskipun gadget memiliki manfaat positif, dampak negatifnya dapat menjadi sangat besar apabila tidak dikelola dengan baik.

Ia berharap kebijakan pembatasan gadget dapat menekan angka bullying dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman bagi pelajar.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang Agus Supriatna meminta para guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku siswa di sekolah, termasuk memonitor aktivitas mereka di media sosial.

"Untuk guru agar selalu memonitoring perilaku anak didik di kelas untuk menghindari adanya bullying di sekolah, baik secara fisik maupun melalui media sosial," jelasnya, Kamis 20 November 2025.

Menurut Agus, dunia digital idealnya menjadi sarana pembelajaran yang positif bagi siswa. Namun ia mengakui bahwa berbagai konten di internet juga bisa membuat anak mudah terpengaruh hal-hal negatif.

Karena itu, ia menilai peran pengawasan dari guru dan orang tua sangat diperlukan.

"Kita harus menjadi teladan dalam membangun budaya digital yang sehat, positif, dan edukatif, serta mengedukasi peserta didik agar menggunakan media sosial sebagai ruang belajar, berbagi kebaikan dan menumbuhkan empati," tutupnya.

BANDARA
Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Dampak Cuaca Ekstrem di Bandara Soetta, 109 Penerbangan Delay, Akses Tol dan Perimeter Utara Kebanjiran

Senin, 12 Januari 2026 | 20:59

Cuaca buruk berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak pagi hari ini memicu gangguan besar pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Senin 12 Januari 2026.

NASIONAL
Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026

Siap-siap, Ini Jadwal Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:56

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mengumumkan jadwal pembelian tiket kereta api untuk angkutan Lebaran 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TANGSEL
Bermasalah Soal Perizinan, Pemkab Bogor Hentikan Olah Sampah dari Tangsel di Cileungsi

Bermasalah Soal Perizinan, Pemkab Bogor Hentikan Olah Sampah dari Tangsel di Cileungsi

Rabu, 14 Januari 2026 | 09:43

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghentikan sementara aktivitas pengolahan sampah domestik yang dikirim dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill