The Floritz Gallery Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Asthara Skyfront City
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47
Asthara Skyfront City membuka peluang bisnis baru bagi investor dan pelaku usaha melalui peluncuran The Floritz Gallery.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah pengrajin tempe di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang terpaksa mengurangi ukuran tempe demi menekan biaya produksi karena kenaikan harga kedelai dan plastik.
Salah seorang pengrajin tempe, Hapid menjelaskan, saat ini harga bahan baku tempe mencapai Rp11.500 hingga Rp12.500 per kilogram. Sebelumnya, harganya hanya berkisar Rp9.000 per kilogram.
"Selain harga kedelai, harga plastik juga naik, plastik itu kan kita butuh untuk mengemas tempe," ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.
Hapid menyebut, dengan membengkaknya harga kedelai sebagai bahan baku membuat produksi tempe menurun.
Padahal sebelumnya proses pengolahan hampir mencapai dua kwintal (200 Kg) kedelai per hari. Namun saat ini hanya sekitar 80 kilogram per hari.
Hapid dan sejumlah pengrajin lainnya menyiasati kenaikan harga kedelai ini dengan memperkecil ukuran tempe dibandingkan menaikkan harga jual untuk menekan kerugian.
Upaya ini dilakukan agar produk tempe tetap laku terjual dan sesuai dengan pengeluaran masyarakat.
"Harga sama masih utuh seperti waktu kacang murah," ungkapnya.
Hapid berharap pemerintah dapat mengintervensi dalam menjaga stabilitas pada harga kedelai, sehingga usaha tempe tetap bisa bertahan.
"Kita menjerit beneran karena kondisi sekarang. Sebagai pengusaha tempe saya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar produksi kembali seperti semula," pintanya.
Asthara Skyfront City membuka peluang bisnis baru bagi investor dan pelaku usaha melalui peluncuran The Floritz Gallery.
TODAY TAGPetugas Kepolisian akhirnya mengamankan tersangka kasus tabrak lari yang menewaskan seorang tokoh Pramuka asal Tangerang, Herman Sulistyo, 71, alias Kak Herman tahun di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu 7 Juni 2026
Gangguan hama di rumah maupun area bisnis bukan sekadar mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan serta merusak struktur bangunan.
Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews