Connect With Us

Kalau Harga Kedelai Tidak Turun, Perajin Tempe di Tangerang Kompak Mogok Pekan Depan

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 18 Februari 2022 | 23:13

Ilustrasi Tempe dan Tahu. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Para pengrajin tempe dan tahu di Kota Tangerang mengalami penurunan penghasilan lantaran harga bahan baku kedelai yang tinggi.

Mereka pun akan akan mogok produksi pekan depan pada 21-23 Februari 2022, jika harga kedelai tidak turun.

"Kalau memang harga kedelainya tidak turun-turun ya kita akan melakukan aksi mogok produksi secara nasional,” kata Mutarom, salah satu perajin tempe dan tahu di Kampung Ciputat Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang seperti dilansir dari Berita Satu, Jumat 17 Februari 2022.

Menurutnya aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes tingginya harga kedelai. Tujuanya agar pemerintah bisa mencarikan solusi bagi para pedagang yang tidak sanggup membeli bahan baku tersebut.

"Kalau memang tidak didengar aksi mogok produksinya, maka kita akan gelar aksi turun ke jalan yang akan dilakukan perajin dan penjual tempe dan tahu di seluruh Indonesia," terang Mutarom.

Mutarom menyatakan, terus meningkatnya harga kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu membuat mereka kini mengurangi produksi. Hal ini berimbas penghasilan mereka yang turun akibat tidak sanggup membeli kedelai.

"Ya sekarang kita kurangi produksi tempe dan tahu. Kalau biasanya kita beli 240-250 kilo sekarang paling sanggup beli 200 kilo saja, karena memang harganya tinggi," tandasnya.

KAB. TANGERANG
Pelaku Mutilasi di Pasar Kemis Divonis Seumur Hidup, Freezer untuk Simpan Mayat Dimusnahkan Kejari

Pelaku Mutilasi di Pasar Kemis Divonis Seumur Hidup, Freezer untuk Simpan Mayat Dimusnahkan Kejari

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:51

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang memusnahkan barang bukti berupa Freezer yang digunakan pelaku mutilasi untuk menyimpan mayat korban.

BISNIS
Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Jumat, 6 Februari 2026 | 11:09

Arus masuk baja impor berharga rendah dari China dinilai terus menekan kinerja industri baja nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melemahnya produksi dalam negeri karena pasar dipenuhi produk impor yang lebih murah dan sulit disaingi.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill