Connect With Us

Kembali Beredar, Harga Tempe di Tangsel Naik

Rachman Deniansyah | Senin, 4 Januari 2021 | 14:38

Salah satu pedagang pasar saat berada di tempat daganganya, Tangsel, Senin (4/1/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Harga tempe kini mulai merangkak naik setelah sempat hilang dari pasaran selama tiga hari akibat tingginya harga kacang kedelai sebagai bahan baku.

Pantauan Tangerangnews.com, kenaikan harga tempe tersebut berkisar hingga Rp2 ribu.

Seperti yang dipaparkan Haidar, 20, salah satu pedagang tempe di Pasar Bukit, Pondok Benda, Pamulang, Senin (4/1/2021).

"Harganya naik, karena (kacang) kedelai naik. Tadi saya jual Rp10 ribu per papan (tempe). Biasanya saya jual Rp8 ribu," ujarnya.

Meski harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, Haidar bersyukur lantaran tempe yang dijualnya itu laris manis diborong para pembeli.

Kenaikan harga nampaknya tak mengurangi animo masyarakat untuk mengkonsumsinya, usai menghilang dari pasaran sejak tiga hari lalu. 

"Alhamdulillah, justru laris banget. Saya tadi stok sekitar 70 papan tempe. Pukul 09.00 WIB itu sudah habis semua. Kalau hari biasa, masih sisa sampai sore," katanya.

Hal senada diungkapkan pedagang tempe lainnya, Yohanes, 58. Ia mengatakan, kerinduan masyarakat terhadap makanan rakyat tersebut nampaknya telah membuat barang dagangannya laris manis, meski harga naik cukup signifikan.

"Naik sekitar Rp2 ribuan. Satu jam saja tadi langsung habis. Enggak ada yang protes. Pembeli kayaknya sudah tahu harga tempe naik," tuturnya. 

Diberitakan sebelumnya, kenaikan harga kacang kedelai membuat para perajin tempe dan tahu di sejumlah daerah melakukan aksi mogok bekerja. Akibatnya, stok tempe hampir di seluruh pasaran menghilang. 

Namun seiring dilakukannya aksi tersebut, harga kacang kedelai tak kunjung turun. Atas hal itu, mereka pun bersepakat untuk kembali memproduksi makanan bergizi tersebut, dan dijual dengan harga yang lebih tinggi. (RAZ/RAC)

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill