Connect With Us

Perajin Tahu dan Tempe Ancam Mogok Besar-besaran

Tim TangerangNews.com | Jumat, 18 Februari 2022 | 08:46

Ilustrasi produksi tahu dan tempe. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Perajin tahu tempe di berbagai daerah  akan mogok produksi dan dagang sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang dinilai tidak bisa mengontrol fluktuasi harga kedelai.

Aksi mogok massal akan digelar selama tiga hari, yaitu pada 21 hingga 23 Februari 2022. Rencana mogok awalnya hanya di Jabodetabek. Namun saat ini produsen berbagai daerah akan ikut dalam aksi itu, seperti di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Serang, hingga Sumatera.

"Jadi nanti mungkin seluruh Indonesia mulai mogok produksi dan mogok dagang tempe tahu pada 21-23 Februari 2022," ujar Ketua Pengawas Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu (Puskopti) Jakarta Handoko Mulyo seperti dikutip dari Tempo, 17 Februari 2022.

Handoko menyebutkan harga kedelai pada tiga bulan lalu sekitar Rp 9 ribu per kilogram, namun saat ini sudah naik menjadi Rp 12 ribu per kg. Bahkan pada awal 2021, harga kedelai Rp 7 ribu per kg.

Ia menjelaskan, kenaikan dan fluktuasi harga itu membuat produsen dan pedagang tempe tahu kesulitan menetapkan harga jual. Menurutnya, Puskopti sudah berbicara dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, tak ada solusi dari tuntutan mereka, yakni menghentikan fluktuasi harga kedelai yang terlalu cepat.

Maka dari itu, Puskopti meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengatur tata niaga kedelai. "Jadi saya percaya pemerintah menangani tata niaga kedelai, entah itu Bulog atau BUMN yang lain, supaya harga kedelai tidak fluktuatif. Karena kalau ditangani swasta, itu kan harganya ga stabil," kata Handoko.

Hamdoko berharap presiden melakukan tindakan secepat untuk mengatur tata niaga kedelai. Karena menurutnya, gejolak harga seperti ini, terjadi setiap tahun.

"Kalau misal sampai ini nggak ada realisasinya, enggak ada perhatian dari pemerintah, mungkin terpaksa kami turun ke jalan," tegas  Handoko.

Sebelumnya diberitakan, harga tahu dan tempe bakal segera naik karena terjadinya kenaikan harga kedelai impor. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menyebutkan 90% kebutuhan kedelai untuk produksi tempe dan tahu dipenuhi dari kedelai impor. 

Aip mengatakan, dari 3 juta ton per tahun kebutuhan kedelai untuk tahu dan tempe, sebanyak 90 persennya impor. “Produk lokal 300-400 ribu ton per tahun. Makanya harga kami ikuti global, jadi ya kalau dia mahal ya kami mahal," ungkap Aip, Senin 14 Februari 2022.

Menurut Aip, sampai saat ini pun kenaikan harga kedelai masih terus terjadi. Harga kedelai bagi perajin berada di rentang Rp 11.000-12.000 per kilogram. Padahal harga kedelai pernah berada di harga Rp 5.000-10.000 kg.

SPORT
Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija 

Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija 

Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37

Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.

KOTA TANGERANG
Maryono Wanti-wanti Kontraktor Proyek di Kota Tangerang: Jangan Cuma Kejar Untung!

Maryono Wanti-wanti Kontraktor Proyek di Kota Tangerang: Jangan Cuma Kejar Untung!

Kamis, 5 Februari 2026 | 19:45

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengingatkan agar pelaku jasa konstruksi yang mengerjakan proyek pembangunan di Kota Tangerang agar tidak hanya mengejar margin keuntungan semata, namun juga memberi manfaat bagi masyarakat.

HIBURAN
Vapeo Vapestore: Toko Vape Paling Recommended di Kabupaten Tangerang

Vapeo Vapestore: Toko Vape Paling Recommended di Kabupaten Tangerang

Senin, 2 Februari 2026 | 10:11

Memilih toko vape yang tepat adalah kunci mendapatkan produk original dengan harga yang fair. Vapeo Vapestore telah menjadi pilihan utama para vaper di Kabupaten Tangerang

PROPERTI
Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Dua Kawasan Summarecon di Tangerang Siap Terhubung Jalur MRT Kembangan-Balaraja

Kamis, 5 Februari 2026 | 07:29

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill