Connect With Us

PLN Jalin Kerja Sama Pasokan Listrik untuk Proyek Refinery Alumina di Banten

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 3 Desember 2025 | 18:15

General Manager PLN UID Banten, Mohammad Joharifin (tengah kiri), bersama Komisaris PT Banten Anugerah Industri Kemajuan, Winarto Asnim (tengah kanan), menunjukkan dokumen Nota Kesepahaman Penyediaan Tenaga Listrik Pasang Baru. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) UID Banten dan PT Banten Anugerah Industri Kemajuan menyepakati penyediaan listrik berkapasitas besar mencapai 1.920 MVA.

Kesepakatan ini dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dan menjadi langkah awal penyediaan energi bagi industri pengolahan mineral di daerah tersebut.

Proyek ini akan membutuhkan listrik yang disuplai secara bertahap, dimulai pada 2026.

Sejumlah pihak dari berbagai unit PLN hadir dalam acara penandatanganan tersebut sebagai bagian dari persiapan teknis dan studi sistem kelistrikan.

Komisaris PT Banten Anugerah Industri Kemajuan Winarto Asnim menyampaikan, pentingnya dukungan energi untuk memastikan kelancaran investasi perusahaan.

“Semua ini tentunya bisa terwujud karena adanya dukungan dari berbagai pihak, dari pemerintah setempat dan tentunya respons cepat dari PLN. Perusahaan kami membutuhkan energi yang luar biasa besar. Maka dari itu, MoU ini memberi keyakinan penuh bahwa proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Banten,” ujarnya. 

Ia menambahkan, kawasan industri yang tengah dipersiapkan diharapkan mampu tumbuh bersamaan dengan ketersediaan pasokan listrik.

“Kami yakin kawasan industri ini akan menjadi pusat pertumbuhan baru yang meningkatkan daya saing Banten dalam hilirisasi mineral,” ungkapnya. 

PLN menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan rencana penyediaan 960 MVA pada tahap awal. Peningkatan kapasitas akan dilakukan pada 2027 sesuai progres pembangunan fasilitas pengolahan alumina.

Vice President Akuisisi Pelanggan dan Layanan Khusus PLN Kantor Pusat Fauzi Arubusman menyebut, kebutuhan daya besar dari sektor pengolahan mineral menjadi bagian dari peluang pertumbuhan industri di Tanah Air.

"Kami memastikan setiap kebutuhan energi dipenuhi dengan layanan yang terukur, terencana, dan siap menunjang pertumbuhan usaha pelanggan. Harapannya, dukungan ini dapat memperlancar proses pembangunan smelter dan memperkuat kontribusi industri terhadap perekonomian,“ jelasnya. 

General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin mengatakan, pihaknya sudah mulai menyiapkan tahapan teknis agar kebutuhan daya tersebut bisa dipenuhi sesuai jadwal.

“Kami memastikan setiap tahapan, mulai dari studi teknis, pembangunan infrastruktur, hingga proses energize, dapat berjalan dengan kepastian waktu dan standar layanan terbaik. Dengan dukungan seluruh unit PLN, kebutuhan daya 1.920 MVA ini akan dipenuhi secara terencana dan terukur,” tukasnya. 

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

BANDARA
Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Erupsi Gunung Sinabung, Puluhan Penerbangan Rute Bandara Soetta - Kualanamu Terdampak

Rabu, 2 September 2026 | 13:41

Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara berdampak pada operasional penerbangan rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) - Bandara Internasional Kualanamu, maupun sebaliknya, Rabu 2 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill