Connect With Us

Pemprov Banten Guyur Bantuan Sosial Rp24,3 Miliar, Wagub Tegaskan Jangan Sampai Dipotong

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:20

Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyalurkan bantuan program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Jaminan Sosial Keluarga dengan toal mencapai Rp24,3 miliar, Kamis 11 Desember 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengucurkan dana bantuan sosial (bansos) dengan total mencapai lebih dari Rp24,3 miliar kepada ribuan masyarakat penerima manfaat.

Bantuan ini mencakup program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Jaminan Sosial Keluarga, yang disalurkan secara transparan melalui Bank Banten.

Penyaluran yang dipimpin oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah ini, secara keras disertai dengan larangan tegas adanya pemotongan atau pungutan liar dalam bentuk apa pun.

“Bantuan sudah kecil, kalau dipotong lagi itu zalim. Tidak boleh ada pungli. Bantuan harus sampai penuh ke tangan penerima manfaat,” tegasnya di Graha Bank Banten, Kamis 11 Desember 2025.

Bantuan senilai puluhan miliar rupiah ini disalurkan untuk dua program utama yakni UEP yang menjangkau 2.450 keluarga penerima manfaat. Setiap kepala keluarga (KK) menerima Rp2 juta sebagai modal usaha.

Lalu, Jaminan Sosial Keluarga diberikan kepada 33.000 keluarga dengan total anggaran mencapai Rp19 miliar. Bantuan ini fokus sebagai dukungan makanan tambahan bergizi untuk anak-anak, guna menekan risiko stunting dan gizi buruk.

Wagub Dimyati menekankan bahwa UEP adalah instrumen penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan meminta agar dana Rp2 juta tersebut digunakan sebagai modal usaha, bukan untuk konsumsi.

“Jangan dipakai membeli sepeda atau telepon genggam (HP), tetapi jadikan modal usaha, bikin kue, kerajinan, jualan bakso, sate, donat. Kalau diputar, manfaatnya besar,” tegasnya.

 

Perempuan Jadi Pilar Utama Penerima

Menariknya, 95 persen penerima bantuan UEP adalah perempuan dan ibu rumah tangga. Pemprov Banten menilai ibu-ibu lebih amanah dalam mengelola dana usaha dan memperkuat ketahanan keluarga

Selain itu juga lebih siap menghadapi kondisi ketika pencari nafkah utama mengalami risiko kecelakaan atau kehilangan pekerjaan.

“Kalau ibu-ibu kuat dan mandiri, keluarga tidak stres. Ibu-ibu yang memegang ekonomi rumah tangga justru memperkuat ketahanan keluarga,” ucap Dimyati,

Penyaluran non-tunai melalui Bank Banten sendiri adalah upaya Pemprov untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran, serta menjadikan bantuan ini sebagai "bola salju" yang mendorong terciptanya pelaku usaha baru di Banten.

NASIONAL
PLN Jaga Pasokan Listrik Saat WFH, Layanan Tambah Daya Bisa Diakses Lewat PLN Mobile

PLN Jaga Pasokan Listrik Saat WFH, Layanan Tambah Daya Bisa Diakses Lewat PLN Mobile

Jumat, 10 April 2026 | 20:21

PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas Work From Home (WFH) yang diterapkan pemerintah.

BISNIS
Jual Emas Indonesia Hadir di Pasar Lama, Tawarkan Harga Buyback Tinggi hingga Terima Emas Rusak

Jual Emas Indonesia Hadir di Pasar Lama, Tawarkan Harga Buyback Tinggi hingga Terima Emas Rusak

Jumat, 10 April 2026 | 22:49

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai, Jual Emas Indonesia hadir dan membuka cabang terbaru di Pasar Lama, Kota Tangerang, pada Jumat 10 April 2026.

KAB. TANGERANG
Harga Plastik di Pasar Tradisional Tangerang Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah

Harga Plastik di Pasar Tradisional Tangerang Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah

Jumat, 10 April 2026 | 19:49

Harga kantong dan gelas plastik di Pasar Tradisional Curug, Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan sampai 70 persen akibat lonjakan harga bahan baku dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill