TANGERANGNEWS.com- Curah hujan di Provinsi Banten dalam sepekan terakhir terpantau meningkat tajam. Kondisi tersebut memicu serangkaian bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, angin kencang, hingga tanah longsor yang terjadi di sejumlah kota dan kabupaten.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mencatat, cuaca ekstrem yang melanda Banten dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bekerja bersamaan.
Di antaranya adalah keberadaan sirkulasi siklonik, penguatan monsun dingin Asia, serta seruakan udara dingin atau cold surge yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia bagian barat.
BMKG juga menjelaskan, dinamika atmosfer masih aktif dan berpotensi memicu peningkatan hujan dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena El Niño–Southern Oscillation saat ini terpantau berada pada fase negatif yang mengarah pada kondisi La Niña lemah.
Situasi ini mendukung suplai uap air dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia, termasuk Banten.
Selain itu, terpantau pula pembentukan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.
Sistem ini berpotensi membentuk daerah pertemuan angin di perairan selatan Jawa hingga Pulau Timor, yang dapat mempercepat pertumbuhan awan hujan.
Aktivitas Monsun Asia yang membawa udara lembap dari Laut Cina Selatan melalui Selat Karimata menuju Pulau Jawa turut memperkuat intensitas hujan, seiring dengan penguatan angin baratan di wilayah selatan Indonesia.
Faktor lain yang memperbesar peluang hujan adalah aktifnya Madden–Julian Oscillation dan Gelombang Kelvin yang diprakirakan melintasi wilayah Banten, ditambah kondisi labilitas udara lokal yang cukup kuat.
Kombinasi ini membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih terbuka lebar.
BMKG memprakirakan pada 23 Januari 2026, hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem berpeluang terjadi di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Pada hari yang sama, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan melanda wilayah selatan Kabupaten Pandeglang serta bagian utara dan timur Kabupaten Lebak.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di bagian timur Pandeglang, wilayah tengah Lebak, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Tangerang Raya diprediksi masih berlanjut pada periode 24 hingga 27 Januari 2026.
Pada rentang waktu yang sama, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga diprakirakan melanda Pandeglang bagian barat dan selatan, Lebak bagian utara dan timur, Kabupaten Serang, Kota Serang, serta Kota Cilegon.
Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang dengan kecepatan hingga 45 kilometer per jam yang dapat terjadi pada 23 hingga 27 Januari 2026.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Pandeglang bagian barat dan selatan, Lebak bagian barat dan selatan, Serang bagian barat dan utara, Kota Serang, Kota Cilegon, serta Kabupaten dan Kota Tangerang termasuk Tangerang Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.
Masyarakat juga diminta melakukan langkah antisipasi sederhana, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari aktivitas di wilayah rawan saat hujan lebat, serta mengamankan barang-barang penting.