Connect With Us

PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 4 Februari 2026 | 16:26

Kebersamaan warga Baduy dan relawan dari PLN UID Banten, dalam pelatihan tanggap darurat di Desa Adat Kanekes, Kabupaten Lebak. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, dilakukan melalui kegiatan edukasi pencegahan kebakaran yang melibatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten bersama masyarakat Desa Adat Kanekes. 

Kegiatan bertajuk PLN Peduli Bakti Sosial Bersama Masyarakat Baduy ini digelar dengan melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), serta Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak, Banten.

Edukasi tersebut difokuskan pada pengenalan risiko kebakaran di lingkungan permukiman adat, langkah pencegahan sejak dini, serta simulasi penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Seluruh materi disampaikan dengan pendekatan sederhana agar mudah dipahami dan tetap selaras dengan nilai adat serta kearifan lokal masyarakat Baduy.

General Manager PLN UID Banten Muhammad Joharifin mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah dengan karakteristik adat yang kuat.

“PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga pada keselamatan masyarakat yang kami layani. Edukasi pencegahan kebakaran ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama agar risiko dapat diminimalkan sejak awal,” ujar Joharifin.

Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. 

Ia menilai pendekatan yang menghormati nilai adat akan membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima oleh warga.

“Kami percaya, ketika edukasi dilakukan dengan menghargai kearifan lokal, maka upaya mitigasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh dari dalam komunitas,” katanya.

Kepala Desa Adat Kanekes Jaro Oom menyampaikan, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi warga tanpa mengubah tatanan adat yang sudah berjalan. Ia menilai cara penyampaian materi dapat diterima oleh masyarakat.

“Apa yang disampaikan hari ini kami pahami sebagai upaya untuk saling menjaga. Penyampaiannya sederhana dan selaras dengan adat yang kami jalani. Pengetahuan ini menambah bekal bagi warga agar lingkungan tetap aman,” ungkap Jaro Oom.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak Iwan Darmawan menjelaskan, edukasi dilakukan secara praktis dengan menyesuaikan kondisi lingkungan di kawasan Baduy. 

Warga diperkenalkan pada langkah pencegahan serta simulasi penanganan awal kebakaran menggunakan peralatan sederhana hingga alat pemadam api ringan.

“Fokus kami adalah membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar agar dapat melakukan tindakan awal sebelum api meluas, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses penanganan darurat,” kata Iwan.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

OPINI
Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Senin, 2 Februari 2026 | 20:43

Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill