Connect With Us

Mata Merah Jangan Sembarangan Ditetesi Obat, Kenali Gejala dan Penyebab Konjungtivitis

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:35

Ilustrasi mata merah (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Mata merah, berair, dan terasa tidak nyaman merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Kondisi tersebut kerap membuat seseorang langsung membeli obat tetes mata tanpa mengetahui dampaknya.

Padahal, mata merah tidak selalu disebabkan oleh kondisi yang sama. Salah satu penyebab yang umum adalah konjungtivitis, yakni peradangan pada konjungtiva atau selaput tipis transparan yang melapisi bagian putih bola mata serta permukaan bagian dalam kelopak mata.

Konjungtivitis dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri dan virus, reaksi alergi, hingga iritasi akibat bahan kimia maupun lingkungan. Perbedaan penyebab tersebut membuat penanganannya tidak dapat disamaratakan.

Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Serang dr. Rina W., Sp.M, mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan obat mata secara sembarangan ketika mengalami mata merah.

“Kesalahan yang paling sering saya temui adalah pasien yang menggunakan obat tetes steroid tanpa resep untuk mata merah yang ternyata penyakitnya lebih serius. Tidak hanya menggunakan sembarang obat, banyak pula pasien yang menggunakan bantuan air sirih dan berbagai herbal lainnya. Hal ini justru bisa memperparah keadaan penyakit dan bisa berakibat hilangnya penglihatan secara permanen,” jelas dr. Rina. 

Pada konjungtivitis, pelebaran pembuluh darah di konjungtiva membuat bagian putih mata tampak merah atau merah muda. Keluhan lainnya dapat berupa rasa gatal, mata berair, hingga munculnya kotoran mata.

Namun, konjungtivitis umumnya tidak disertai keluhan silau berlebihan, penurunan tajam penglihatan, maupun pandangan buram. 

Karena itu, munculnya gejala-gejala tersebut perlu menjadi perhatian dan tidak sebaiknya dianggap sebagai mata merah biasa.

Segera periksakan kondisi mata ke dokter spesialis mata apabila kemerahan disertai nyeri yang signifikan, penglihatan mulai buram, atau mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya. Pemeriksaan juga diperlukan ketika kotoran mata keluar secara berlebihan.

Perhatian khusus diperlukan apabila keluhan dialami bayi atau anak. Begitu pula bagi orang yang pernah menjalani operasi mata maupun pengguna lensa kontak.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan dan tidak menyentuh mata sebelum mencuci tangan. 

Peralatan pribadi seperti handuk, bantal, dan kosmetik mata juga sebaiknya tidak digunakan secara bersama-sama.

Bagi pengguna lensa kontak, kebersihan tangan harus diperhatikan sebelum memasang atau melepas lensa. Jadwal penggantian serta tata cara penggunaan lensa juga perlu dipatuhi.

Kebiasaan mengucek mata sebaiknya dihindari. Jika konjungtivitis disebabkan infeksi, peralatan pribadi perlu dipisahkan dari anggota keluarga yang sedang mengalami keluhan serupa karena kondisi tersebut dapat menular. 

Sementara pada konjungtivitis akibat alergi, pemicu atau alergen perlu dikenali dan dihindari.

“Konjungtivitis yang ditangani dengan benar dan tepat waktu hampir selalu sembuh tanpa meninggalkan komplikasi. Situasi menjadi berbahaya ketika pasien mengobati sendiri dengan herbal atau obat yang tidak sesuai, karena bisa mengubah kondisi yang seharusnya ringan menjadi masalah yang sangat serius” papar dr. Rina.

Untuk masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan terkait konjungtivitis maupun gangguan mata lainnya, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan dokter spesialis mata. dr. Rina Wulandari, Sp.M, M. Ked. Klin, yang tersedia dengan keahlian khusus di bidang infeksi dan imunologi mata.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirta Mulya Juandy mengatakan, layanan tersebut dihadirkan untuk memberikan akses pemeriksaan mata bagi masyarakat Serang dan Banten.

“Kehadiran dr. Rina dengan keahlian khususnya di bidang infeksi dan imunologi mata adalah bagian dari upaya kami menghadirkan layanan spesialistik yang selama ini mungkin hanya tersedia di pusat kota besar,” pungkasnya. 

NASIONAL
Tergiur Upah Rp100 Juta, 2 Kurir Disergap Bawa 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang

Tergiur Upah Rp100 Juta, 2 Kurir Disergap Bawa 27 Kg Sabu dari Aceh ke Tangerang

Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:07

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara menyita 27 kg sabu siap edar yang disembunyikan di dalam dinding mobil modifikasi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

HIBURAN
Belanja di Tangcity Mall Bisa Dapat Sembako Gratis Khusus HUT RI

Belanja di Tangcity Mall Bisa Dapat Sembako Gratis Khusus HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:04

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Tangcity Mall kembali menghadirkan rangkaian program spesial bertajuk “Merdeka Stamprizes” yang berlangsung mulai 7 Agustus hingga 20 September 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill